UPI Kampus Sumedang, Pencetus Kegiatan Festival MBKM Secara Luring

UPI Kampus Sumedang, Pencetus Kegiatan Festival MBKM Secara Luring
Dr Ahmad Yani M.Si. saat memberikan materi pada kegaitan MBKM di UPI Kampus 2 Sumedang, Rabu(9/11) lalu (ACHMAD SOFA/SUMEKS)
0 Komentar

sumedang, KOTA – Kegiatan Festival MBKM 2022 yang digelar secara kelembagaan oleh Dewan Pembina Kemahasiswaan dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPI Kampus Sumedang pada Rabu (9/11) di Kampus 2 UPI Sumedang, Desa Licin, Kecamatan Cimalaka, disambut antusias oleh 425 orang Mahasiswa UPI Sumedang. Mahasiswa datang dari berbagai Program Studi (Prodi).

Di samping mereka yang mengikuti secara daring, ada juga yang melalui Zoom hingga jumlah keseluruhan mencapai angka 600 orang.

Festival ini dibuka oleh Wakil Direktur UPI Kampus Sumedang, Dr. Maulana, S.Pd., M.Pd. kemudian, dihadiri tiga orang narasumber dari Tim Koordinator MBKM Direktorat Pendidikan UPI yaitu Dr. Ahmad Yani, M.Si., Dr. Yusi Riksa Yustiana, M.Pd. serta Agus Sutiawan, S.E.

Baca Juga:Bekali Mahasiswa Akutansi Siap Bekerja di Era Transformasi DigitalHari Kesehatan Nasional Ke- 58: Bangkit Indonesiaku, Sehat Negeriku

Dalam Kesempatan ini, Kepala Divisi Pengembangan Kurikulum dan Program Pendidikan Direktorat Pendidikan UPI, Dr. Ahmad Yani, M.Si menyampaikan kegiatan ini pengalaman yang bagus. Karena, untuk kegiatan Festival Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ini baru ada di sini, di Kampus Daerah UPI Sumedang.

“Kalau untuk yang dilaksanakan oleh para mahasiswa secara pribadi yang nanya-nanya segala macam itu sudah sering. Tetapi kalau yang dilaksanakan oleh kelembagaan semacam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seperti ini, ini baru sekarang di UPI kampus Daerah Sumedang. Dulu pernah ada di FPIPS, tapi masih daring dan terbatas,” katanya.

Jadi artinya, kata dia, terkesan bahwa antusiasme mahasiswa untuk MBKM di UPI Kampus Sumedang itu lebih bagus. “Dan untuk kegiatan kampus mengajarnya bagus juga, antusiasmenya bagus sekali,” ujarnya.

Dikatakan, dalam upaya pengembangan Kurikulum termasuk MBKM itu, harus ada kerjasama antara dosen yang mengembangkan kurikulumnya dengan mahasiswa yang melaksanakanya. “Justru subjek kurikulumnya sendiri oleh MBKM ya mahasiswa itu sendiri. Mereka harus berusaha menyadari, harus bisa merencanakan pembelajaran ke depan seperti apa, MBKM jenisnya apa. Jadi dari mahasiswa lebih dahulu keinginannya seperti apa, baru kita fasilitasi. Kan begitu, untuk bisa seperti itu,” sambung Dr. Ahmad Yani.

Dia menegaskan, kegiatan ini sendiri sangat luar biasa, dan bisa menjadi tradisi, khususnya di UPI. Untuk Lembaga BEM-BEM Kampus daerah lain juga bisa mengikuti, untuk bisa menyelenggarakan kegiatan seperti ini.

0 Komentar