Bocah SD di Banyuwangi Tewas Gantung Diri Gara-gara Sering Disebut Anak Yatim

Bocah SD di Banyuwangi Tewas Gantung Diri Gara-gara Sering Disebut Anak Yatim
Bocah SD di Banyuwangi Tewas Gantung Diri Gara-gara Sering Disebut Anak Yatim (Istimewa/Kompas.com)
0 Komentar

“Kata ibunya, kalau dia pulang, ngambek tidak menyapa, berarti sedang dongkol. Pernah ditanya sama ibunya, katanya di-bully teman-temannya karena dia anak yatim,” ujar Kapolsek Pesanggaran AKP Basori Alwi, dikutip dari akun Instagram @bwi24jam, Selasa (28/2/2023)

Korban ditemukan oleh ibunya dalam kondisi gantung diri di pintu dapur rumahnya di Kecamatan Pesanggaran. Mendapati anaknya dalam kondisi demikian, sang ibu menangis lantas menelepon kakak korban dan memintanya segera pulang.

Kakak korban pulang bersama tiga temannya. Sesampainya di rumah, ia mencari-cari keberadaan ibu dan adiknya. Kemudian mendapati sang adik dalam kondisi gantung diri di dapur.

Baca Juga:Ubi Cilembu Bahan Utama Takjil Warga Sumedang, Penting Menjelang Ramadhan!Kabar Gembira! FKIP UNSAP Sumedang Buka Program Magister

Kakak korban membawa adiknya ke klinik terdekat, namun dalam perjalanan menuju ke sana, nyawa yang bersangkutan tak tertolong.

Merespons insiden memilukan yang menimpa MR, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Deddy Foury Millewa melalui Kasi Humas Polresta Banyuwangi Iptu Agus Winarno meminta masyarakat mencegah terjadinya perundungan atau bullying dalam bentuk apapun.

Pasalnya, perundungan dalam berbagai bentuk di dunia nyata maupun di dunia maya memiliki dampak buruk bagi para korban. Mereka yang menjadi korban perundungan bisa menjadi tidak nyaman, sakit hati, bahkan mengalami tekanan mental yang memicu berbagai tindakan berbahaya.

“Selain dapat merugikan korban perundungan, perbuatan bullying juga dapat merugikan diri sendiri karena bisa terkena jerat hukum pidana,” tegas Deddy.

0 Komentar