Berpetualang di Wisata Air Terjun Curug Omas Bandung: Rasakan sensasi berpetualang seru di Bandung

Berpetualang di Wisata Air Terjun Curug Omas Bandung
Berpetualang di Wisata Air Terjun Curug Omas Bandung(indonesiakaya.com)
0 Komentar

sumedangekspres– Berpetualang di Wisata Air Terjun Curug Omas Bandung, kamu butuh istirahat dari penatnya pekerjaan?

Menyegarkan kepala dengan indahnya wisata alam di Bandung. Sebagai seorang teman, saya menawarkan beberapa lokasi wisata yang bisa ia kunjungi. Hingga akhirnya, lokasi yang dia pilih adalah kawasan wisata dago pakar, atau secara lebih spesifik ia memilih Curug Omas.

Menurut saya pribadi, curug omas tidaklah terlalu bagus, sebab di lokasi wisata tersebut kita sama sekali tidak akan bisa cukup dekat dengan curug. Kita tidak akan bisa bermain-main di bawah air terjun ataupun sekedar menikmati dinginnya air di sungai. Lokasinya pun cukup jauh jika kita masuk melalui Dago Pakar. Namun begitulah, dengan jiwa yang berkobar laksana seorang pendaki, kami siap datang ke Curug Omas meskipun dengan jarak yang jauh.

Baca Juga:Kuliner Autentik Khas Betawi di Bandung: Sensasi Jakarta ala Bandung yang menggugah seleraWisata Sejarah Bandung: Cerita sejarah yang menyimpan segudang cerita

Rute Menuju Kawasan wisata Dago Pakar, Bandung
Dago pakar atau Taman Hutan Raya Ir H Djuanda merupakan salah satu lokasi wisata yang cukup dekat bagi saya. Dia terletak di jalan pakar kulon (Dago), tidak terlalu jauh dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Dari jalan Setia Budhi, saya hanya membutuhkan waktu sekitar 25 menit saja untuk bisa kesana. Jika anda juga tertarik mengunjungi dago pakar, anda bisa menemukannya dengan mudah menggunakan.

Peta Menuju Curug Omas di kawasan Wisata Dago Pakar

Kawasan wisata Dago Pakar memiliki beberapa pintu masuk. Saya pribadi mengetahui sekitar 3 pintu saja. Pintu pertama adalah pintu utama di gerbang depan, dekat gapura besar bertuliskan “Taman Hutan Raya Ir. H. DJuanda”. Dengan masuk melalui pintu ini, kita akan jadi lebih dekat dengan beberapa fasilitas seperti, arena bermain, patung Djuanda, museum djuanda, mushola, danau, dan taman-taman yang indah. Pintu kedua adalah gerbang biasa yang hanya dijaga oleh petugas. Sementara pintu ketiga adalah gerbang belakang dekat dengan museum juanda. Dahulu, Pintu masuk kedua memiliki keistimewaan, sebab kita bisa membawa kendaraan masuk kedalam lokasi wisata. Hal tersebut tentu menguntungkan, sebab Goa belanda dan Curug-Curug di Dago Pakar berjarak cukup jauh dari pintu masuk. Kita bisa sedikit menghemat tenaga. Namun sekarang, sangat disayangkan, kendaraan-kendaraan tersebut harus tetap di parkir.

0 Komentar