Hari Santri Momentum Tingkatkan Intelektual

PERINGATI: Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah, H. Sa’dulloh saat memperingati Hari Santri Nasional di lapangan Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Sukamantri Tanjungkerta Sumedang.
PERINGATI: Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah, H. Sa’dulloh saat memperingati Hari Santri Nasional di lapangan Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Sukamantri Tanjungkerta Sumedang.
0 Komentar

sumedangekspres– Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah, H. Sa’dulloh, mengungapkan makna hari santri di hadapan para guru dan santri Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Sukamantri Tanjungkerta Sumedang dalam upacara Peringatan Hari Santri Nasional, baru-baru ini.

“Zaman sekarang seorang santri kalau ingin berjihad tidak perlu mengangkat senjata api seperti yang dilakukan oleh para santri pada zaman penjajahan atau membuat bambu runcing dan senjata tajam lainnya. Zaman sekarang seorang santri cukup berjuang dengan buku dan pena supaya intelektualnya maju, meningkat dan berkembang,” kata dia.

Sa’dulloh mengatakan, santri harus berjihad dengan buku dan pena. Artinya santri mau berjihad di zaman sekarang datanglah ke sekolah tepat waktu, datanglah ke tempat pengajian dengan tepat waktu. Bangunlah untuk melakukan sholat malam, tahajud.

Baca Juga:SMKN 1 Sumedang Siapkan Pembelajaran Berbasis Produksumedangekspres- Mekarjaya Prioritaskan Kesejahteraan

“Lakukan ibadah-ibadah yang lainnya, serta ngajinya jangan sering bolos. Intelektual para santri harus terus meningkat dan semakin maju,” kata Sa’dulloh.

Dikatakan, para santri kalau ingin berjihad dan ingin memaknai Hari Santri Nasional, ikuti apa yang diintruksikan oleh para kiai. Menurutnya, pesantren adalah kawah candradimuka untuk melatih para santri agar hidup sederhana, agar hidup prihatin, agar berdisiplin dalam menggunakan waktu dua puluh empat jam.

“Kapan harus tidur, kapan harus belajar, kapan harus beribadah, kapan harus sholat dan lain sebagainya. Oleh karenanya, marilah kita maknai Hari Santri Nasional tahun 2023 yang bertema jihad santri jayakan negeri ini, dengan berjihad lewat pena dan buku, supaya intelektual semakin meningkat dan berkembang,” lanjutnya.

Ia berharap semoga santri suatu saat nanti bisa menjadi penggerak-penggerak di masyarakat. Menjadi tokoh-tokoh di masyarakat, tokoh yang menjadi teladan untuk hal-hal yang baik dan hal-hal yang benar,” tutup H Sa’dulloh. (bim)

 

0 Komentar