Gerai Tahu Bungkeng: Jejak Sejarah Tahu Sumedang yang Melegenda

Jejak Sejarah Tahu Sumedang
Jejak Sejarah Tahu Sumedang (istimewa/maps)
0 Komentar

sumedangekspres – Tahukah kamu, sebenarnya di Indonesia bukan hanya sekedar makanan saja, melainkan warisan budaya yang hidup dan terus berkembang. Salah satu tempat yang menjadi saksi bisu perkembangan tahu Sumedang adalah Warung Tahu Bungkeng yang terletak di Jalan 11 April No 53, Kotakaler, Kabupaten Sumedang Utara. Tempat ini bukan sekadar tempat makan tahu biasa, melainkan asal mula tahu Sumedang yang menjadi favorit para pecinta kuliner.

Tahu: Lezat dan Penuh Sejarah 

Dengan rasanya yang lezat dan teksturnya yang lembut, tahu menjadi salah satu jajanan terpopuler di Indonesia. Rasa dan kemudahan penggunaannya menjadikan tahu sebagai sumber protein nabati yang ramah.

Tahu umumnya berwarna putih atau kekuningan, berbentuk kotak, dan memiliki tekstur yang lembut saat digigit. Uniknya, nama “tahu” sendiri memiliki kisah menarik dari bahasa Tionghoa, yakni “tao hu” atau “teu hu,” yang artinya kacang kedelai yang diolah menjadi bubur. Dari sinilah terungkap kenapa tahu memiliki tekstur begitu lembut.

Jejak Sejarah Tahu Sumedang: Imigran Tiongkok dan Perjalanan Panjang 

Baca Juga:Insiden Tawuran Pelajar di Jalan Nasional Pantura Karawang: Upaya Antisipasi Polisi untuk Cegah Kekerasan BerulangNetralitas ASN dalam Pemilu 2024: Peringatan Bawaslu Kabupaten Sumedang

Sejarah Sumedang tidak lepas dari kehadiran pendatang Tionghoa di Jawa Barat. Kisah menarik bermula dari seorang pendatang Tionghoa bernama Ong Kino dan istrinya yang menetap di Sumedang pada awal tahun 1900-an, sekitar abad ke-20. Ong Kino tak hanya penikmat tahu, tapi juga pionir mendirikan perusahaan produksi tahu di Sumedang.

Tahu Bungkeng, yang menjadi cikal bakal gerai tahu di Sumedang, menunjukkan jejak sejarah yang menarik. Secara silsilah, perjalanan usaha tahu Bungkeng dapat dirunut dari Ong Kino pada tahun 1900, kemudian dilanjutkan oleh Ong Bungkeng pada tahun 1917, Ong Yukim pada 1970, dan berlanjut hingga saat ini dengan Suryadi Ukim bersama anaknya, Edric Wang.

Keberlanjutan usaha ini bukan hanya menyimpan rasa lezat tahu, tetapi juga mengandung nilai sejarah dan warisan budaya yang tak ternilai.

Tahu Bungkeng: Pionir yang Eksis Hingga Kini 

Gerai Tahu Bungkeng, yang awalnya berdiri sebagai usaha kecil Ong Kino, telah tumbuh menjadi ikon kuliner di Sumedang. Sebagai pionir perajin tahu di daerah ini, Gerai Tahu Bungkeng tidak hanya menyuguhkan tahu lezat namun juga mengajak kita untuk menjelajahi sejarah panjang tahu Sumedang.

0 Komentar