Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa yang Wajib Kamu Ketahui

Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa yang Wajib Kamu Ketahui
Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa yang Wajib Kamu Ketahui (ist)
0 Komentar

sumedangekspres – Untuk mendapatkan laporan keuangan yang baik, kamu perlu mengetahui Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa ini.

Di bawah ini akan dijelaskan mengenai Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa.

Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

1. Identifikasi & Analisis TransaksiSiklus pertama Akuntansi Perusahaan Jasa adalah melakukan identifikasi dan analisa transaksi.

Kamu harus melakukan identifikasi pada setiap transaksi agar bisa dicatat dengan baik dan benar. Pasalnya tak semua transaksi bisa dicatat.

Baca Juga:21 Contoh Perusahaan Jasa di Indonesia Berdasarkan JenisnyaDemokrasi Berjalan Lancar: Pengawasan Pemilu di Kecamatan Buahdua

Transaksi yang bisa dicatat maksudnya adalah sebuah transaksi yang dapat merubah posisi keuangan perusahaan, mempunyai bukti serta bisa dinilai ke dalam unit moneter secara objektif seperti; nota pembelian dan kwitansi penjualan.

Usai melakukan identifikasi transaksi, kamu harus menentukan pengaruh transaksi tersebut kepada posisi keuangan.

Untu lebih mudahnya kamu bisa menggunakan persamaan matematis di bawah ini:

Aktiva = Kewajiban + Ekuitas

 

2. Catat Transaksi pada JurnalJika sudah melakukan analisis terhadap transaksi, data tersebut akan dicatat pada jurnal umum atau buku jurnal.

Jurnal umum atau buku jurnal adalah buku yang memuat semua catatan kronologis transaksi pada suatu periode akuntansi.

Untuk memberikan kemudahan pada tahapan berikutnya, semua transaksi keuangan harus dicatat secara detail pada buku jurnal ini.

 

3. Posting ke Buku Besar

Setelah itu Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa berikutnya adalah memposting ke Buku Besar.

Baca Juga:Banjir Tak Surutkan Partisipasi Warga Ujungjaya, 2 TPS Dipindahkan ke SekolahKalah Pada Quick Count, Ganjar: Gak Normal!

Buku Besar adalah buku yang memuat kumpulan pembukuan yang mencatat informasi mengenai aktiva tertentu.

Golongkan semua data transaksi sesuai dengan jenis transaksi, tanggal, nomor, nama akun dan lain-lain.

Jika sudah dilakukan dengan benar maka semua transaksi keuangan perusahaan akan ada pada satu buku besar kas untuk bisa mengetahui saldo dan total nilai akun.

4. Penyusunan Neraca Saldo

5. Penyusunan Jurbal dan Neraca Saldo Penyesuaian

6. Pembuatan Neraca Lajur

7. Penyusunan Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

8. Penyusunan Jurnal Penutup

9. Jurnal Pembalik

10. Neraca Akhir atau Awal (Setelah Penutupan)

 

Contoh Perusahaan Jasa dan Penjelasannya

1. Badan Usaha Jasa Keuangan

Perusahaan Jasa Keuangan ini berfungsi memberikan bantuan kepada masyarakat untuk mengelola keuangannya.

Banyaknya permasalahan keuangan di masyarakat membuat Perusahaan Jasa Keuangan ini cukup dibutuhkan oleh banyak orang.

0 Komentar