Perang Sarung Jatinangor Hingga Tewas, Hoaks

Perang Sarung Jatinangor Hingga Tewas, Hoaks
Perang Sarung Jatinangor Hingga Tewas, Hoaks
0 Komentar

sumedangekspres, JATINANGOR – Tersiar kabar berantai media sosial, seorang remaja tewas akibat perang sarung di Jatinangor. Dinarasikan, insiden terjadi Senin (18/3) malam, pukul 20.30. Informasi cepat tersebar karena beberapa waktu lalu, pernah terjadi perang sarung di Kabupaten Sumedang.

Beredarnya informasi itu, ditegaskan Kapolsek Jatinangor Rogers Thomas, adalah kabar hoaks. 

“Informasi itu (perang sarung di Jatinangor, red) hoaks. Karena peristiwa terjadi di Kecamatan Kalianda, Lampung,” tegas Rogers kepada wartawan, Rabu (20/3).

Baca Juga:Penataan Lahan Perumahan Dihentikan Paksa, Diduga Tak Kantongi IzinPengunaan Pupuk Organik Tingkatkan Kesehatan

Rogers menekankan kepada masyarakat untuk tidak terpancing oleh informasi bohong dan mengimbau agar tidak menyebarkan kabar palsu tersebut.

Dia menegaskan perlunya kehati-hatian dalam menyikapi informasi yang tersebar di media sosial, terutama dalam hal yang sensitif seperti peristiwa kematian.

“Masyarakat diimbau jangan percaya hoaks, jangan disebarkan informasi tersebut,” tandasnya.

Dia menekankan pentingnya menghindari penyebaran informasi palsu, yang dapat menimbulkan kepanikan dan ketidakstabilan di masyarakat. 

Sebelumnya diketahui, sebuah informasi tersebar di media sosial, korban penganiayaan tragis terjadi di Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, pada Senin malam, (18/3) pukul 20.30 WIB.

Peristiwa tersebut menyebabkan seorang remaja berinisial L.R (14) meninggal dunia.

Kronologi kejadian mengungkapkan, setelah terlibat dalam pertikaian, korban dilarikan ke Bidan Desa Cisempur karena kondisinya yang memburuk. 

Namun, karena kondisi korban semakin parah, ia kemudian dibawa ke RS AMC Cileunyi.

Meskipun telah diberikan pertolongan medis, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. (kos)

0 Komentar