Ancaman Wabah Kolera pada Kapal Pesiar: Penundaan dan Kewaspadaan

Ancaman Wabah Kolera pada Kapal Pesiar: Penundaan dan Kewaspadaan
Ancaman Wabah Kolera pada Kapal Pesiar: Penundaan dan Kewaspadaan (ist/twitter.com/RoyalCaribbean)
0 Komentar

sumedangekspres – Ancaman Wabah Kolera pada Kapal Pesiar: Penundaan dan Kewaspadaan.

Sebuah ancaman mengerikan melayang di atas kapal pesiar besar ketika wabah kolera membuat gelombang ketakutan.

Salah satu kapal dari sebuah negara bahkan dihalangi untuk bersandar di negara Kepulauan Afrika, menurut laporan yang dikutip dari BBC pada Jumat (1/3/2024).

Sedikitnya 15 penumpang di kapal Norwegian Dawn dikarantina karena gejala sakit perut yang memicu kekhawatiran akan wabah kolera.

Baca Juga:230 Orang Tewas Karena Wabah Kolera di Kongo, Apa itu Kolera? Ini Penyebab, Tanda, Pengobatan, dan PencegahanKongo Darurat: Wabah Kolera Terparah dalam 5 Tahun Terakhir

Direktur dari Kementerian Kesehatan Mauritius, Dr. Bhooshun Ori, memberikan konfirmasi bahwa para penumpang menderita gastroenteritis, bukan kolera.

Dalam pernyataannya, dia menyebut bahwa para penumpang telah pulih sepenuhnya.

Pihak berwenang Mauritius sebelumnya memblokir kapal tersebut demi menjaga risiko kesehatan masyarakat setempat.

Namun, perwakilan dari Norwegian Cruise Line Holdings menyatakan bahwa penumpang hanya mengalami gejala ringan penyakit perut selama perjalanan ke Afrika Selatan.

Meskipun terjadi penundaan dan ketidakpastian, suasana di dalam kapal dikabarkan tetap tenang, menurut pengakuan Mary Francovilla Dees, 69 tahun, salah seorang penumpang.

Meski para penumpang menghadapi situasi yang menegangkan, mereka mencoba menghibur diri dengan menikmati berbagai fasilitas kapal seperti kolam renang, pertunjukan hiburan, dan kunjungan ke bar.

Para penumpang dijadwalkan menjalani pemeriksaan kesehatan oleh otoritas setempat setelah turun dari kapal.

Kementerian Kesehatan Mauritius bersedia memberikan bantuan medis kepada semua penumpang di titik pendaratan.

Baca Juga:Menyiram Tanaman Hidroponik Setiap Hari, Perlukah?Cara Merawat Tanaman Hidroponik: Panduan Praktis untuk Keberhasilan Tanaman

Seorang penumpang asal Belanda mengungkapkan bahwa mereka diberitahu oleh kapten kapal tentang kemungkinan wabah kolera di dalam kapal.

Data dari PBB mencatat bahwa sejak Januari 2023, setidaknya 188.000 orang telah terinfeksi kolera di tujuh negara di Afrika bagian selatan, dengan lebih dari 3.000 kematian, di mana Zambia menjadi negara yang paling parah terkena dampaknya.

Afrika Selatan sendiri melaporkan 1.076 kasus kolera dan setidaknya 47 kematian selama dua tahun terakhir, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika.

Otoritas Pelabuhan Mauritius menekankan pentingnya kesehatan dan keselamatan bagi penumpang dan masyarakat secara keseluruhan.

Kapal tersebut akhirnya tiba di Mauritius pada Sabtu malam setelah mengalami penundaan, dan direncanakan sekitar 2.000 penumpang akan turun di Port Louis, dengan jumlah yang sama diperkirakan akan naik pada waktu yang bersamaan.

0 Komentar