MTB Sumedang Upaya Merajut Bingkai Ukhuwah Islamiah

EVALUASI: Abuya Muhyiddin Abdul Qadir Al Manafi, saat acara Doa Bersama dan Silaturahmi Kebangsaan di Masjid A
ISTIMEWA, EVALUASI: Abuya Muhyiddin Abdul Qadir Al Manafi, saat acara Doa Bersama dan Silaturahmi Kebangsaan di Masjid Agung, Rabu (1/1).
0 Komentar

sumedangekspres, KOTA– Pengasuh Pondok Pesantren Internasional Islam Terpadu Asy Syifaa Wal Mahmuddiyah, Abuya Muhyiddin Abdul Qadir Al Manafi, menyampaikan pentingnya memahami hikmah penciptaan waktu oleh Allah SWT. Menurutnya, sekecil apa pun pengabdian manusia akan dihitung oleh Allah SWT dan hasilnya akan terlihat dengan sendirinya.

Hal itu disampaikan Abuya Muhyiddin dalam tausiyah acara Doa Bersama dan Silaturahmi Kebangsaan yang digelar Majelis Ta’lim Bersatu (MTB) Sumedang di Masjid Agung Kabupaten Sumedang, Rabu (1/1).

“Allah SWT menciptakan waktu sebagai alat untuk mengevaluasi perbuatan manusia. Setiap amal baik dan salah akan dihitung,” ujar Abuya.

Baca Juga:Pemda Sumedang Bantu Anak Kembar Siam yang Mengalami Elektrolit ImbalanceRefleksi Akhir Tahun 2024 Pengadilan Agama Sumedang 

Abuya menekankan, setiap perbuatan manusia sejak bangun tidur hingga kembali tidur selalu dievaluasi oleh Allah.

“Hakikatnya, yang memberikan hidayah dan kemampuan beribadah itu adalah Allah SWT,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan, waktu menjadi pengingat bagi manusia untuk berpindah dari perbuatan buruk ke perbuatan baik, serta meningkatkan pengetahuan.

“Allah SWT menciptakan waktu agar manusia memahami perubahan dirinya, baik dari kebodohan menuju pengetahuan maupun dari kekurangan menuju kelebihan,” jelasnya.

Abuya mengingatkan agar setiap pergantian waktu menjadi momen untuk bertambah pengetahuan dan amal saleh.

“Orang beriman didorong untuk terus belajar, bertambah pengetahuan, dan meningkatkan amal saleh seiring bertambahnya usia,” tuturnya.

Abuya juga mengungkapkan lima malam mustajab untuk berdoa yang tidak akan ditolak oleh Allah SWT, yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.

Baca Juga:Petugas Pos Tol Cisumdawu Sigap Bantu Pengendara yang Alami Pecah Ban Pemdes Cimanggung Salurkan Insentif Ketua RT dan RW 

“Malam ijabah doa dimulai dari Magrib hingga Subuh pada malam 1 Rajab,” tambahnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Sumedang, Asep Uus Ruspandi, turut hadir dalam acara tersebut. Asep menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang sarat makna tersebut.

“Pengajian yang digelar oleh MTB ini menjadi sarana untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan, sekaligus merajut ukhuwah Islamiah,” ujar Asep, mewakili Pj Bupati Sumedang, Yudia Ramli.

Asep mengajak masyarakat Sumedang merayakan malam tahun baru dengan penuh rasa syukur dan makna.

“Semoga Allah SWT memberikan petunjuk dan hidayah kepada kita semua,” tuturnya.

0 Komentar