Sejarah dan Fakta Unik Bakso Morsen yang Belum Kamu Ketahui

Sejarah dan Fakta Unik Bakso Morsen yang Belum Kamu Ketahui
Sejarah dan Fakta Unik Bakso Morsen yang Belum Kamu Ketahui - (Google Map)
0 Komentar

sumedangekspres, KULINER – Bagi masyarakat Sumedang dan sekitarnya, Bakso Morsen bukan sekadar tempat makan biasa. Warung bakso ini sudah menjadi bagian dari nostalgia banyak orang sejak era 1980-an.

Rasanya yang khas, tempatnya yang sederhana, dan pelayanannya yang ramah menjadikan Bakso Morsen sebagai salah satu ikon kuliner legendaris di Sumedang.

Tapi, tahukah kamu bagaimana awal mula Bakso Morsen berdiri dan apa saja fakta menarik di balik namanya?

Baca Juga:Mulai Dari Seribu Saja, Nikmati Rupa-Rupa Sate di Angkringan Jos!6 Menu Makanan Terbaik di Warung Makan Sampurasun Nusasari yang Wajib Kamu Coba!

Berikut ulasan lengkap tentang sejarah singkat Bakso Morsen dan 5 fakta unik yang perlu kamu tahu!

Sejarah Singkat Bakso Morsen

Bakso Moro Seneng, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bakso Morsen, didirikan pada tahun 1987 di kawasan Perumahan Asabri, Sindang Tamansari, Sumedang.

Nama “Moro Seneng” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “datang untuk bahagia”, mencerminkan harapan pemilik agar siapa pun yang datang merasa senang dan puas.

Usaha ini dimulai secara sederhana dan perlahan berkembang karena cita rasa baksonya yang khas: gurih, kenyal, dan tidak mengandung bahan pengawet.

Dalam perjalanannya, Morsen mulai membuka cabang di beberapa wilayah seperti Jatihurip, Situraja, dan Ganeas, yang dikelola oleh anggota keluarga besar pemilik.

Fakta Unik Tentang Bakso Morsen

1. Nama Sederhana, Filosofi Dalam

Nama “Moro Seneng” bukan sekadar nama dagang, tapi punya filosofi yang kuat. Dalam bahasa Jawa, arti harfiahnya adalah “datang membawa kebahagiaan”. Harapannya, semua pelanggan yang makan di sini akan pulang dengan perasaan puas dan bahagia.

2. Dari Bakso Tradisional ke Inovatif

Awalnya hanya menyajikan bakso urat dan bakso halus, kini Morsen berinovasi dengan berbagai jenis bakso modern seperti, Bakso Rusuk, Bakso Beranak, Bakso Klenger, dan Bakso Tsunami. Inovasi ini dilakukan untuk mengikuti selera generasi muda, tanpa meninggalkan cita rasa khasnya. 3. Dikelola Secara Keluarga di Tiap Cabang

Baca Juga:Orasi Kebangsaan di Rakor Regional KAHMI, Menteri Nusron Sampaikan Pentingnya Berikan Keputusan yang Adil5 Keunggulan Warung Makan Bakakak Sampurasun Nusasari yang Dijamin Bakal Bikin Kamu Mau Balik Lagi

Menariknya, setiap cabang Bakso Morsen dikelola oleh anggota keluarga besar pemilik awal. Misalnya, cabang Ganeas dikelola oleh paman dari pemilik utama, sehingga kualitas dan resep tetap terjaga meskipun sistemnya lebih kekeluargaan daripada waralaba profesional.

0 Komentar