Sejarah Tahura Gunung Kunci: Dari Benteng Kolonial Hingga Destinasi Wisata

Sejarah Tahura Gunung Kunci: Dari Benteng Kolonial Hingga Destinasi Wisata
Sejarah Tahura Gunung Kunci: Dari Benteng Kolonial Hingga Destinasi Wisata (ist)
0 Komentar

sumedangekspres – Sejarah Tahura Gunung Kunci menyimpan banyak cerita yang menarik untuk ditelusuri.

Terletak di pusat Kota Sumedang, kawasan ini bukan hanya sekadar hutan kota, tetapi juga situs bersejarah yang erat kaitannya dengan masa kolonial Belanda.

Keberadaan benteng tua di dalam area taman hutan raya ini menjadi saksi bisu bagaimana wilayah Sumedang memiliki peran penting pada masa penjajahan.

Baca Juga:Rumah Makan Perahu Sumedang Tawarkan Kelezatan Masakan SundaRS Mitra Plumbon Hadir di Sumedang, Tambah 200 Tempat Tidur Baru

Nama “Gunung Kunci” sendiri konon diambil dari posisi geografisnya yang dianggap strategis, bagaikan sebuah “kunci” pertahanan.

Pada awal abad ke-20, Belanda membangun benteng pertahanan di kawasan ini untuk mengawasi jalur utama dari Cadas Pangeran.

Lokasinya yang berada di ketinggian membuatnya cocok sebagai titik pengawasan sekaligus tempat perlindungan.

Tak hanya sebagai benteng militer, kawasan ini kemudian berkembang menjadi ruang terbuka hijau yang sangat bermanfaat bagi warga.

Pepohonan besar dan rimbun yang ada hingga saat ini menandakan bahwa sejak dulu Gunung Kunci sudah difungsikan sebagai kawasan lindung.

Dari masa ke masa, tempat ini terus mengalami perubahan fungsi tanpa meninggalkan jejak sejarahnya.

Selain nilai sejarah, Tahura Gunung Kunci juga dikenal sebagai destinasi wisata edukasi.

Baca Juga:Senam Bersama di Cipajaran, Wabup Fajar Ingatkan Bahaya Judol dan Bank Emok

Pengunjung dapat mempelajari kisah perjuangan serta warisan budaya yang melekat di kawasan ini.

Tak heran jika tempat ini kerap dijadikan lokasi penelitian, kegiatan sekolah, maupun wisata keluarga.

Peran Tahura Gunung Kunci semakin penting di era modern ini. Di tengah kepadatan kota, keberadaannya menjadi paru-paru hijau yang menjaga keseimbangan lingkungan.

Selain itu, keberadaan benteng tua di dalamnya membuat kawasan ini unik, karena menggabungkan antara konservasi alam dengan peninggalan sejarah kolonial.

Dengan segala keistimewaannya, Sejarah Tahura Gunung Kunci tak bisa dilepaskan dari identitas Sumedang.

Setiap sudutnya menyimpan cerita, mulai dari masa penjajahan, perubahan fungsi kawasan, hingga menjadi ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat.

Oleh karena itu, mengunjungi Tahura Gunung Kunci tidak hanya sekadar berwisata alam, tetapi juga perjalanan menapak tilas sejarah.

Sejarah Singkat Gunung Kunci

Nama Gunung Kunci berasal dari lambang kunci menyilang yang terpahat di gerbang masuk benteng.

0 Komentar