Sekolah Rakyat, Pemutus Mata Rantai Kemiskinan

Sekolah Rakyat, Pemutus Mata Rantai Kemiskinan
Sekolah Rakyat, Pemutus Mata Rantai Kemiskinan
0 Komentar

KOTA – Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, melakukan monitoring ke Sekolah Rakyat yang berlokasi di Komplek Balai Latihan Kerja Kecamatan Sumedang Utara, Selasa (9/9).

Kunjungan tersebut untuk memastikan proses kegiatan belajar mengajar di sekolah yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo subianto itu berjalan sesuai dengan optimal.

Dony menyampaikan, para siswa kini mendapatkan sarana belajar yang sangat memadai, baik dari sisi akademik, spiritual maupun keterampilan.

Baca Juga:Gedung ‘Taj Mahal Ulama’ Resmi Berdiri di Cimanggung Perkimtan Sumedang Ingatkan Pengembang Perumahan Utamakan Fasos dan Fasum

“Anak-anak kita di sini sangat betah, semangat belajarnya luar biasa. Fasilitasnya lengkap, makannya enak, tidurnya nyenyak, air bersih tersedia dan semua kebutuhan dasar dipenuhi,” ungkap Dony kepada sejumlah wartawan.

Tak hanya itu, Dony juga menyebutkan, lingkungan pendidikan di Sekolah rakyat, memang dirancang dengan pendekatan holistik.

“Setiap subuh ada kegiatan mengaji, sore hari baca Yasin, terutama malam Jumat. Ini menunjang pembentukan karakter dan spiritual anak-anak. Selain itu ada olahraga bersama dengan pelatih voli profesional, juga seni budaya dan literasi,” terang Dony.

Bahkan, Dony juga menyoroti beragam potensi luar biasa yang dimiliki para siswa. Beberapa di antaranya bercita-cita menjadi dokter, tentara, polisi, guru bahkan pengusaha. Ada juga yang menunjukkan bakat khusus, seperti di bidang voli dan seni lukis.

“Anak yang tinggi besar dan gemar voli, kita arahkan untuk terus belajar tekniknya. Siapa tahu bisa jadi pemain nasional bahkan internasional. Ada juga yang pandai melukis, kita fasilitasi supaya kelak bisa sukses melalui keahlian tersebut,” jelas Dony.

Lebih jauhDony membeberkan, Pemda Sumedang tidak hanya memperhatikan pendidikan anak-anak, namun juga memperluas dukungan kepada orang tua mereka, terutama dari kelompok ekonomi terbawah.

“Anak-anak yang masuk ke sini sebagian besar berasal dari desil 1 dan 2 dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Ini adalah kelompok masyarakat yang paling rentan. Kita tidak hanya support anaknya, tapi juga bantu orang tuanya,” ujar Dony.

Baca Juga:Resmi Diajukan, Mangga Gincu Sumedang Menuju Sertifikat Indikasi GeografisPemkab Sumedang Serap Aspirasi Pemuda dan Mahasiswa untuk Pembangunan Daerah

Saat ini, Sambung Dony, fasilitas pendidikan di Sekolah Rakyat disebut sudah sangat ideal. Mulai dari ruang kelas yang nyaman, asrama yang bersih, toilet layak hingga ruang guru dan pembimbing yang tertata rapi. Bahkan tersedia juga fasilitas kesehatan serta tempat ibadah.

0 Komentar