Sekolah Rakyat, Pemutus Mata Rantai Kemiskinan

Sekolah Rakyat, Pemutus Mata Rantai Kemiskinan
Sekolah Rakyat, Pemutus Mata Rantai Kemiskinan
0 Komentar

“Kita bangun lapangannya, instalasi listriknya, air bersih, pagar pembatas yang rusak kita perbaiki. Ini tanggung jawab bersama, bukan sekadar program nasional, tapi gerakan kolektif bersama masyarakat dan pemerintah,” tambah Dony.

BLK Sumedang, kata Dony, telah direnovasi dan dilengkapi dengan perangkat komputer serta fasilitas pelatihan lainnya yang memadai.

Tidak sampai disitu, kata Dony, bahkan, pihaknya juga memberikan bantuan renovasi rumah melalui program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) atau melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Selain itu, para orang tua siswa juga mendapatkan pelatihan keterampilan di Balai Latihan Kerja (BLK), seperti menjahit, membuat kue, atau otomotif.

Baca Juga:Gedung ‘Taj Mahal Ulama’ Resmi Berdiri di Cimanggung Perkimtan Sumedang Ingatkan Pengembang Perumahan Utamakan Fasos dan Fasum

“Setelah pelatihan, mereka kami bantu penyalurannya ke dunia kerja. Ada yang dilatih dua minggu hingga tiga minggu. Tujuannya jelas, agar tidak ada lagi kemiskinan yang diturunkan ke generasi berikutnya,” tegasnya.

Dony berharap, semua upaya tersebut dapat memenuhi visi Presiden RI dalam memutus mata rantai kemiskinan secara sistematis dan berkelanjutan.

“Alhamdulillah, kami yakini ini akan berjalan dengan baik. Program Sekolah Rakyat di Sumedang bukan hanya membentuk generasi cerdas, tapi juga menjadi alat untuk mengubah masa depan keluarga mereka. Inilah Sumedang, kreatif, teruji dan siap menjadi percontohan nasional,” pungkasnya. (red)

0 Komentar