Kemiskinan Jawa Barat Turun Tapi Ketimpangan Desa Kota Masih Tinggi

Kemiskinan Jawa Barat Turun Tapi Ketimpangan Desa Kota Masih Tinggi
Rumah panggung berdinding bilik bambu tampak nyaris roboh dengan bagian dinding yang sobek, menggantung, dan lapuk dimakan usia. Atap sengnya bolong dan tertekuk, sementara tiang penyangganya tampak rapuh, berdiri di atas tanah yang mulai tergerus.(Erwin Mintara D. Yasa/Sumeks)
0 Komentar

Pasar kerja Jabar masih dikuasai sektor informal: Informal: 13,47 juta (54,95%). Formal: 11,04 juta (45,05%). Sektornya pun masih didominasi pekerjaan yang rentan dan berupah rendah. Tiga penyerap terbesar tenaga kerja tetap sama seperti tahun sebelumnya: perdagangan besar–eceran dan reparasi kendaraan (22,69%). Industri pengolahan (18,73%), pertanian, kehutanan, perikanan (15,24%).

Kenaikan terbesar terjadi di perdagangan (0,08 juta), pertanian (0,07 juta), dan akomodasi–makan minum (0,06 juta).

Secara status pekerjaan: buruh/karyawan/pegawai masih yang terbesar (42,02%), “Berusaha sendiri” justru naik paling tajam, pekerja bebas nonpertanian turun signifikan. Fenomena ini menunjukkan banyak pekerja berpindah ke usaha mikro, menandakan ekspansi sektor informal akibat tekanan ekonomi.(red)

0 Komentar