KOTA – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir kembali mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap seluruh kegiatan pembangunan yang berada di bawah tanggung jawab Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan).
Penegasan itu disampaikan saat memberikan arahan dalam kegiatan pembinaan SAKIP dan penajaman Renstra di kantor dinas tersebut, Kamis (11/12).
Dalam pertemuan itu, Dony menekankan bahwa pengawasan bukan hanya tugas administratif, tetapi merupakan tanggung jawab moral untuk memastikan setiap pekerjaan memiliki kualitas terbaik dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Baca Juga:Pengamanan Natal Diperkuat: Bhabinkamtibmas Cibesi Silaturahmi ke Gereja-Gereja JatinangorBKPSDM Disebut Jantung Transformasi Birokrasi di Kabupaten Sumedang
Bupati Dony meminta agar jajaran Perkimtan tidak hanya bekerja dari balik meja. Ia menegaskan bahwa pejabat dan staf harus aktif turun ke lapangan untuk melihat langsung progres maupun kualitas pekerjaan yang dilaksanakan oleh pihak ketiga.
“Kadis harus turun ke lapangan cek ricek pekerjaan,” kata Dony dengan tegas.
“Kalau cek ke lapangan akan mengetahui kualitas pekerjaan. Kalau tidak sesuai, jangan dibayar. Kalau sudah dibayar, harus diperbaiki dalam pemeliharaannya.”
Arahan itu menegaskan bahwa Pemkab Sumedang tidak akan mentolerir hasil pekerjaan yang tidak memenuhi standar. Dony menekankan perlunya pengawasan berlapis, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemeliharaan.
“Kita harus tegas dalam pengawasan dan harus berlapis. Jangan ada yang dibiarkan lolos begitu saja,” tambahnya.
Menurut Dony, pekerjaan fisik yang dilakukan oleh Perkimtan tidak sekadar menggugurkan kewajiban anggaran tahunan, tetapi harus memiliki nilai keberlanjutan dan mampu digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Pembangunan harus berkualitas dan tahan lama. Sehingga nanti akan dikenang oleh masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga:Seni Kuda Renggong Masih Jadi Tradisi Favorit Masyarakat SumedangMenteri Nusron Tekankan Meritokrasi dalam Pengembangan SDM Kementerian ATR/BPN
Ia tidak ingin melihat proyek-proyek yang baru selesai setahun tetapi sudah mengalami kerusakan. Karena itu, kepatuhan terhadap aturan, standar teknis, serta kualitas material disebut menjadi hal mutlak.
Di tengah era media sosial yang penuh sorotan, Bupati Dony mengingatkan agar setiap pekerjaan dilakukan tanpa memberi celah sedikit pun bagi masyarakat untuk mempersoalkan, mengkritik, hingga memviralkannya sebagai temuan negatif.
“Jangan sedikit pun membuat celah orang mempersalahkan pekerjaan dan memviralkannya,” katanya. “Kalau sudah maksimal dalam bekerja dan sesuai aturan, sekalipun ada persoalan, kita akan enak menghadapinya. Tidak ada beban.”
