SUMEDANG EKSPRES – Struktur pasar kerja Kabupaten Sumedang tengah menghadapi tekanan serius. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumedang menunjukkan, tingkat pengangguran laki-laki kini lebih tinggi dibandingkan perempuan, seiring melemahnya penyerapan tenaga kerja di sektor industri dan jasa yang selama ini menjadi tumpuan pekerja pria.
Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Sumedang tercatat sebesar 6,08 persen. Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja, sekitar enam orang belum terserap di pasar kerja.
Menariknya, jika dilihat dari jenis kelamin, TPT laki-laki mencapai 6,43 persen, lebih tinggi dibandingkan TPT perempuan yang sebesar 5,42 persen. Kondisi ini mengindikasikan pergeseran dinamika pasar kerja lokal, terutama pada sektor-sektor yang didominasi tenaga kerja laki-laki.
Baca Juga:Pengangguran di Sumedang Didominasi Lulusan SMA, Sarjana Catat TPT TertinggiBelanja Pegawai Naik, PPPK Paruh Waktu Habiskan Rp53,5 Miliar
Kepala BPS Kabupaten Sumedang, Sudiyanto, menjelaskan bahwa meningkatnya pengangguran laki-laki tidak terlepas dari menurunnya kinerja lapangan usaha industri dan jasa.
“Dibandingkan Agustus 2024, sektor industri di Sumedang mengalami penurunan tenaga kerja sebesar 24,87 ribu orang, sementara sektor jasa turun 15,20 ribu orang,” ungkap Sudiyanto, dikutip dari Berita Resmi Statistik, Selasa (24/12/2025).
Sektor industri dan jasa selama ini menjadi penyerap utama tenaga kerja laki-laki, khususnya lulusan pendidikan menengah hingga tinggi. Pelemahan di dua sektor tersebut berdampak langsung pada meningkatnya risiko pengangguran pria usia produktif.
Sebaliknya, sektor pertanian justru mencatat peningkatan tenaga kerja sebesar 12,12 ribu orang, namun sektor ini relatif lebih banyak menyerap tenaga kerja berpendidikan rendah dan bersifat informal.
Secara umum, jumlah angkatan kerja di Kabupaten Sumedang pada Agustus 2025 tercatat 616,12 ribu orang, turun 30,53 ribu orang dibandingkan Agustus 2024. Dari jumlah tersebut, penduduk yang bekerja sebanyak 578,68 ribu orang, sementara pengangguran tercatat 37,44 ribu orang.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Sumedang berada di angka 65,37 persen, menurun 3,87 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, dari sisi gender, TPAK laki-laki tetap sangat tinggi, mencapai 84,93 persen, jauh melampaui TPAK perempuan yang hanya 45,72 persen.
“Tingginya partisipasi laki-laki menunjukkan besarnya tekanan ekonomi rumah tangga yang masih ditopang oleh tenaga kerja pria. Ketika sektor-sektor utama melemah, dampaknya langsung tercermin pada angka pengangguran laki-laki,” jelas Sudiyanto.
