Ia menambahkan, warga berharap pembangunan pendidikan tidak berhenti di jenjang TK saja. Jarak desa yang cukup jauh dari pusat kecamatan, membuat masyarakat berharap ke depan ada pembangunan SMP di wilayah desa.
“Kalau ada SMP di desa, biaya transportasi bisa berkurang dan perkembangan anak lebih mudah dikontrol orang tua,” katanya.
Tasim menegaskan, pemerintah desa telah menyiapkan lahan untuk fasilitas pendidikan sehingga siap mendukung jika ada program pembangunan sekolah lanjutan.
Baca Juga:Perumda Tirta Medal Siap Terima Aduan Berbasis AplikasiJurnalis dan Mawmie Apresiasi Polisi Perkuat Sinergi Pengamanan Nataru di Garut
Sementara itu, Ketua BPD Desa Ciawitali, Casmita, mengatakan, tidak semua daerah mendapatkan kesempatan pembangunan sekolah dari pemerintah pusat, sehingga kehadiran TK Negeri di desa tersebut, menjadi kebanggaan semua warga desa.
Lebih jauh Casmita membeberkan, lahan pembangunan TK Negeri Sartika memang telah disiapkan sejak awal pemekaran desa.
“Tanah ini sudah disiapkan sejak pemekaran desa tahun 2007–2008. Luasnya sekitar lima hektare dan memang diperuntukkan untuk pembangunan fasilitas umum dan pemerintahan,” jelas Casmita.
Ia menegaskan, penyiapan lahan tersebut merupakan amanat masyarakat sejak pemekaran desa, dengan kesepakatan bahwa lahan dapat digunakan oleh pemerintah apabila dibutuhkan untuk kepentingan umum.
“Ini amanat dari dulu. Saya sendiri waktu itu dipercaya sebagai Ketua Pemekaran Desa, dan sudah diamanatkan bahwa lahan ini khusus untuk pembangunan pemerintahan dan fasilitas umum,” pungkas Casmita. (red)
