SUMEDANG EKSPRES – Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki yang dilaporkan hilang di Gunung Slamet, Jawa Tengah, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah 17 hari pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.
Korban ditemukan pada pencarian tahap II di jalur punggungan Gunung Malang, tepatnya di sekitar area Batu Watu Langgar, pada pukul 10.22 WIB. Lokasi tersebut berada di kawasan yang cukup terjal dan sulit dijangkau.
Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian selama dua hari pada tahap kedua sebelum akhirnya menemukan korban. Dengan ditemukannya Syafiq, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai. Seluruh unsur SAR kemudian melaksanakan proses evakuasi sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Baca Juga:Pecinta Bakso Wajib Tahu! Ini 5 Warung Bakso Hits di Kabupaten SumedangMengenal 10 Alun-alun di Sumedang, Dari Pusat Kota hingga Wilayah Perbatasan
Sebelumnya, Syafiq yang merupakan siswa kelas XII SMAN 5 Kota Magelang dilaporkan hilang saat melakukan pendakian Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran, warga Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Keduanya memulai pendakian pada Sabtu (27/12/2025) melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.
Kakak kandung korban, Naufal Hisyam (24), mengungkapkan bahwa Syafiq sempat berpamitan kepada keluarga dengan menyampaikan rencana pendakian ke Gunung Sumbing. Namun, pihak keluarga baru mengetahui keberadaan Syafiq di Gunung Slamet setelah menerima foto yang dikirim dari basecamp pendakian.
Korban juga sempat menyampaikan kepada keluarga bahwa pendakian dilakukan secara tektok atau pulang-pergi dalam satu hari, dengan rencana turun pada Minggu sore. Namun hingga Minggu malam, keluarga tidak menerima kabar lanjutan dari korban.
Setelah dilakukan penelusuran, identitas diri berupa KTP serta sepeda motor milik Syafiq diketahui masih berada di basecamp Dipajaya. Sementara keberadaan korban sempat tidak diketahui hingga akhirnya ditemukan oleh tim SAR.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pendaki agar selalu mematuhi prosedur keselamatan, menyampaikan rencana pendakian yang jelas kepada keluarga, serta memperhatikan kondisi fisik dan cuaca sebelum melakukan aktivitas pendakian.
