SUMEDANG EKSPRES, KOTA – Aktivitas operasional salah satu biro perjalanan umrah dilaporkan berhenti total sejak sekitar sepekan terakhir. Penutupan mendadak ini mencuat bersamaan dengan dugaan kasus penipuan yang diduga merugikan puluhan jamaah.
Sejumlah jamaah mengaku telah menyetorkan dana umrah dengan nominal bervariasi. Namun hingga jadwal keberangkatan yang dijanjikan, keberangkatan tak kunjung terlaksana. Penundaan terus terjadi dengan berbagai alasan, hingga akhirnya kantor biro umrah tersebut tutup dan tidak lagi memberikan pelayanan.
“Kami sudah membayar lunas sejak beberapa bulan lalu. Awalnya dijanjikan berangkat, tapi terus ditunda. Sekarang kantornya tutup dan owner tidak bisa dihubungi,” ujar salah seorang jamaah yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Baca Juga:Ditempa Dua Abad Sebelum Pajajaran Runtuh, Siapa Pembuat Mahkota Binokasih Sumedang Larang?Sengketa Tanah dengan PT Subur Setiadi, DPRD Sumedang Tindaklanjuti Aspirasi Warga Cimarias
Pantauan di lokasi, kantor biro tersebut yang sebelumnya beroperasi kini tampak tertutup dan tidak ada aktivitas. Beberapa jamaah mengaku sudah berulang kali mendatangi kantor tersebut, namun tidak mendapatkan penjelasan maupun perwakilan dari pihak manajemen.
Informasi yang beredar di kalangan jamaah menyebutkan, pemilik atau owner diduga melarikan diri dengan membawa uang setoran jamaah.
Kondisi ini membuat para jamaah semakin cemas, mengingat dana yang disetorkan merupakan hasil tabungan bertahun-tahun dengan harapan bisa menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
Di media sosial TikTok, beredar video yang memperlihatkan sejumlah jamaah mendatangi rumah owner untuk meminta kejelasan dan tanggung jawab. Dalam video tersebut, tampak sekitar tujuh orang jamaah mendatangi kediaman owner, dengan suasana yang diwarnai emosi dan kekecewaan.
Salah satu komentar warganet bernama Yudi Permana di TikTok menyoroti dugaan pola pengelolaan dana biro perjalanan tersebut.
“Kayanya konsepnya travel nunggu orang daftar. Misal 100 daftar, yang berangkat 50, sisanya nunggu uang masuk lagi. Bisa jadi uang yang baru dipakai buat berangkatin yang lama,” tulis akun tersebut.
Para korban kini berencana menempuh jalur hukum dengan melaporkan dugaan penipuan tersebut kepada pihak berwajib. Mereka berharap ada kejelasan mengenai keberangkatan maupun pengembalian dana yang telah disetorkan.
Baca Juga:Lagi Cari Jajanan Manis di Sumedang? Gasuke Gabin Susu Keju Ini Lagi Naik DaunJelang Ramadan, Rabbani Luncurkan Promo Spesial Diskon hingga 50 Persen di Seluruh Indonesia
Jamaah juga berharap instansi terkait segera turun tangan untuk memberikan pendampingan hukum serta membantu penyelesaian kasus ini.(kki)
