SUMEDANG EKSPRES – Menjelang bulan suci Ramadhan, Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah, khususnya pada komoditas pangan strategis seperti cabai. Upaya ini dilakukan melalui intervensi langsung ke jalur distribusi guna menjaga ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, Iwan Gustiawan, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menjalankan langkah konkret melalui strategi Intervensi Pasokan Langsung.
“Sebagai langkah konkret mengendalikan laju inflasi, Pemerintah Kabupaten Sumedang melaksanakan strategi intervensi pasokan langsung, salah satunya dengan melakukan pemutusan rantai distribusi. Pemerintah menyalurkan cabai secara langsung dari sentra produksi seperti Kecamatan Pamulihan ke pedagang pengecer di pasar-pasar rakyat,” ujarnya.
Baca Juga:Cabai Rawit Masih Mahal Jelang Puasa, Harga Pangan Lain di Tanjungsari Aman
Ia menjelaskan, langkah tersebut bertujuan menekan margin harga yang selama ini cenderung tinggi di tingkat tengkulak maupun distributor besar.
Dengan distribusi langsung, pedagang pengecer diharapkan dapat menjual cabai kepada masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau, terutama menjelang Ramadhan saat kebutuhan meningkat.
Menurut Iwan, pengendalian inflasi juga dilakukan melalui sinergi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan menerapkan formula “4K”, yakni ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif. Strategi ini difokuskan untuk menjaga stabilitas stok pangan, khususnya di pasar-pasar utama seperti Pasar Inpres.
Selain itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumedang juga mengintensifkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini dilaksanakan melalui bazar pangan murah di berbagai kecamatan untuk mengurangi penumpukan permintaan di pasar induk sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga lebih stabil.
Pemerintah berharap langkah intervensi ini mampu menjaga stabilitas harga pangan selama Ramadhan, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan lebih tenang. (kos)
