SUMEDANG EKSPRES – Tak beretika! Dua sejoli terang-terangan melakukan hal mesum di dalam taksi online, di wilayah Cipulir Jakarta Selatan. Pada tanggal (10/2) Selasa kemarin pada malam hari.
Videonya langsung tersebar luas di media sosial dan mendapat kecaman beruntun dari netizen melalui kolom komentar.
Dalam rekaman yang tersebar, terlihat sepasang penumpang ini bertindak seenaknya seolah hanya ada mereka di sana.
Baca Juga:Viral! Larangan Foto di Pantai Parangtritis, Keluarga Sampaikan Permintaan MaafDeretan Wisata Air Ramah Lansia di Sumedang Kota, Akses Jalan Mudah dan Tiket Murah Meriah!
Sang sopir sekaligus pemilik mobil sudah berulangkali menegur bahkan sang sopir terlihat sangat kesal, namun sialnya dua sejoli tak tahu malu itu seolah menulikan pendengarannya dan tetap melakukan hal tak senonoh tersebut.
Lebih dari tiga kali sang sopir melontarkan teguran, dari yang masih tenang sampai akhirnya ia emosi dan menegur dengan sindiran pribadi.
Sayang seribu sayang, ucapan sang sopir seolah hanyalah angin lalu bagi mereka yang sedang dimabuk hasrat tersebut, yang lebih menjengkelkannya lagi, rupanya mereka hanyalah sepasang kekasih biasa dan belum resmi di agama ataupun negara.
Hal ini semakin mengundang kritikan tajam dari berbagai pihak, mereka sangat menyayangkan kejadian ini.
Di beberapa platform terdapat komentar yang mengatakan bahwa perempuan di skandal tersebut merupakan seorang santriwati, sungguh disayangkan identitas tersebut tak bisa menjaganya dari perbuatan terhina.
Bahkan, saat mereka sampai di tujuan, dan kembali di tegur sopir, mereka seolah kesal karena sang sopir mengganggu kegiatan intim yang sedang terjalin.
Sang sopir juga meluapkan kekesalannya di akhir setelah kedua penumpang mesum itu turun dari mobilnya, iya merasa terhina karena mobil yang ia gunakan untuk mencari nafkah secara halal malah digunakan perbuatan hina, oleh oknum tak bermoral. Ia takut kejadian ini malah menjadi petaka bagi bisnisnya.
Baca Juga:Petani Butuh Akses Jalan untuk Angkut Hasil PanenWamen Ossy Lepas 30 Taruna STPN Ikuti KKN Pertanahan Untuk Restorasi Arsip Pascabencana di Aceh dan Sumut
Dari kejadian ini mengingatkan kita semua akan pentingnya adab, etika, dan moral. Hidup ini hanya sekali, manfaatkan sebaik mungkin, kesadaran pribadi merupakan yang utama, “hargai orang lain jika kamu mau di hargai”.
Agama tak mematok hidup siapa yang paling benar, kadang kebanyakan orang beragama belum tentu bertuhan.
