Menilik Kembali Janji Kampanye Dony Ahmad Munir – Fajar Aldila, Setahun Kerja: Simbolik atau Substantif? 

Kampanye Dony Ahmad Munir - Fajar M Aldila
Ilustrasi - Pesta rakyat sekaligus kampanye Akbar Dony Ahmad Munir - Fajar M Aldila di Kecamatan Tanjungsari. (instagram @fajaraldila)
0 Komentar

Simbolik atau Substantif?

Secara politik, setahun pertama memang lebih banyak diisi konsolidasi, sinkronisasi RPJMD, dan penataan fondasi kebijakan.

Namun publik tidak menuntut keajaiban instan. Yang ditagih adalah: arah kebijakan yang jelas, data capaian yang terbuka, dan keputusan berani dalam isu strategis.

Setahun kepemimpinan Dony-Fajar dapat dibaca sebagai fase konsolidasi yang mulai menunjukkan arah. Tetapi apakah ia akan menjadi akselerasi nyata atau berhenti sebagai fase administratif, waktu yang akan menjawab.

Baca Juga:Anggaran Rehabilitasi Ruang Bekas Fraksi DPRD Sumedang 2026 Sentuh Rp200 JutaTHR PPPK Paruh Waktu Pemda Jabar Sudah Disiapkan Rp60,8 Miliar, Bagaimana dengan Sumedang?

Dalam demokrasi, janji kampanye bukan sekadar slogan. Ia adalah kontrak moral. Dan kontrak itu kini sedang diuji, hari demi hari, di hadapan masyarakat Sumedang.(red)

0 Komentar