Program Jumat Ngangkot Bupati Sumedang Dinilai Tak Efektif, Sopir Angkot Sebut ASN Paling Satu-Dua yang Naik

angkutan kota di Sumedang
Sejumlah sopir angkutan kota di Sumedang menilai program Jumat Ngangkot belum berjalan maksimal karena partisipasi ASN yang menggunakan angkot setiap Jumat masih tergolong rendah. (Dok. Sumeks)
0 Komentar

SUMEDANG EKSPRES, KOTA – Program Jumat Ngangkot yang bertujuan mendorong aparatur sipil negara menggunakan transportasi umum setiap hari Jumat dinilai belum berjalan maksimal oleh sejumlah sopir angkutan kota di Kabupaten Sumedang.

Sejumlah sopir angkot mengaku partisipasi ASN masih tergolong rendah, meskipun program tersebut telah berjalan cukup lama. Hal itu diungkapkan beberapa sopir saat ditemui Sumeks, Rabu (11/3/2026).

Salah seorang sopir angkot, Adeni (50), mengatakan memang ada ASN yang menggunakan angkot pada hari Jumat. Namun jumlahnya dinilai belum signifikan.

Baca Juga:Jalan Lingkar Bendungan Sadawarna Ambles, Bupati Sumedang Janji Perbaikan Sebelum Lebaran500 Rumah Tidak Layak Huni di Sumedang Akan Direhab Lewat Program BSPS

“Kalau hari Jumat memang ada yang naik, tapi paling sekitar 50 persen saja,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut juga terlihat pada angkot lainnya. Sebagian ASN memang menggunakan angkot saat berangkat kerja, tetapi tidak semuanya konsisten memanfaatkan transportasi umum tersebut.

Ia menilai dampak program tersebut terhadap pendapatan sopir angkot juga belum terasa secara maksimal.

“Pengaruhnya ada, tapi kadang terasa, kadang juga tidak,” katanya.

Adeni menambahkan, pada jam pulang kerja memang ada beberapa ASN yang kembali menggunakan angkot. Namun masih banyak yang memilih menggunakan kendaraan pribadi.

“Kalau benar-benar maksimal, seharusnya semua ASN naik angkot,” tambahnya.

Hal serupa disampaikan sopir angkot lainnya, Didi. Ia menilai jumlah ASN yang menggunakan angkot setiap Jumat masih sangat sedikit.

Baca Juga:Bau Sampah Menyengat Ganggu Warga Cibeureum Wetan, Pemkab Sumedang Diminta BertindakJelang Mudik, Sejumlah Titik di Tol Cisumdawu Minim Penerangan, Pengendara Khawatirkan Kecelakaan

“Tidak banyak, paling satu atau dua orang saja,” ujarnya.

Menurutnya, pada pekan sebelumnya bahkan hanya terlihat dua hingga tiga ASN yang menggunakan angkot.

Ia juga menyoroti kebiasaan sebagian ASN yang memarkir kendaraan pribadi di sekitar Masjid Karapyak, kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju kantor.

“Jadi angkotnya tetap sepi. Progresnya juga belum terlihat meningkat,” katanya.

Meski program tersebut belum berdampak signifikan, para sopir mengaku angkot masih memiliki penumpang setiap hari.

Sebagian besar penumpang berasal dari kalangan pelajar, ibu rumah tangga, serta masyarakat umum yang masih mengandalkan transportasi publik untuk beraktivitas.

Namun di sisi lain, sopir angkot juga menghadapi tantangan dari meningkatnya penggunaan transportasi berbasis aplikasi.

“Pengaruhnya ada juga dari ojek online, lumayan terasa,” ujar Didi.

0 Komentar