Bau Sampah Menyengat Ganggu Warga Cibeureum Wetan, Pemkab Sumedang Diminta Bertindak

TPAS Cibeureum
MEMILAH: Seorang pemulung mengais tumpukan sampah di TPAS Cibeureum, Kecamatan Cimalaka. Di balik bau menyengat dan gunungan limbah rumah tangga, aktivitas tersebut menjadi sumber penghidupan bagi puluhan warga setiap harinya.(Dok Sumeks)
0 Komentar

SUMEDANG EKSPRES, CIMALAKA – Warga di sekitar lokasi pembuangan sampah di wilayah Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, mengeluhkan bau menyengat dari tumpukan sampah yang kerap mengganggu aktivitas sehari-hari.

Bau tidak sedap tersebut bahkan dirasakan cukup mengganggu bagi warga yang memiliki usaha di sekitar lokasi, terutama saat kendaraan pengangkut sampah datang dan menurunkan muatan.

Salah seorang warga, Yeni (56), mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan menjadi keluhan warga sekitar.

Baca Juga:Jelang Mudik, Sejumlah Titik di Tol Cisumdawu Minim Penerangan, Pengendara Khawatirkan KecelakaanAngin Kencang Terjang Sumedang, Pohon Tumbang di Cadas Pangeran Timpa Pengendara

Menurutnya, bau menyengat biasanya langsung terasa saat truk pengangkut sampah masuk ke area pembuangan.

“Berat juga, soalnya kalau lagi makan tiba-tiba datang mobil sampah, baunya langsung terasa. Apalagi saya buka rumah makan di sini, jadi cukup mengganggu,” ujar Yeni saat ditemui Sumeks, Rabu (11/3/2026).

Ia mengatakan, bau sampah tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga berdampak pada aktivitas usaha yang dijalankannya.

Sebagai pemilik rumah makan, kondisi tersebut kerap membuat pelanggan merasa tidak nyaman ketika sedang menikmati makanan.

Menurut Yeni, sampah yang dibuang ke lokasi tersebut berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumedang.

Volume sampah yang masuk setiap hari cukup besar sehingga bau tidak sedap kerap menyebar hingga ke area permukiman warga.

“Ini kan sampahnya dari mana-mana, satu Sumedang juga ke sini. Jadi baunya memang sering terasa,” katanya.

Baca Juga:Cerita Hidup di Balik Gunungan Sampah Cibeureum Sumedang: 14 Tahun Menyaksikan Sampah Tak Pernah Berhenti Drainase Depan PT Kahatex Sumedang Diduga Tak Berfungsi, Jalan Bandung–Garut Banjir Sampah

Ia menuturkan, aktivitas pembuangan sampah di lokasi tersebut sudah berlangsung cukup lama, bahkan diperkirakan lebih dari enam hingga tujuh tahun.

“Sudah lama, mungkin sekitar enam atau tujuh tahun lebih,” jelasnya.

Yeni menyebutkan, warga sebenarnya sudah beberapa kali menyampaikan keluhan terkait bau sampah tersebut. Namun hingga saat ini, belum ada perubahan yang dirasakan masyarakat sekitar.

“Ada juga yang protes, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,” ujarnya.

Selain bau menyengat, warga juga mengkhawatirkan dampak lingkungan lain yang berpotensi muncul akibat penumpukan sampah.

Di antaranya potensi pencemaran lingkungan hingga risiko banjir jika sistem pengelolaan tidak berjalan dengan baik.

0 Komentar