SUMEDANG EKPRES – SMP IT Insan Sejahtera Sumedang terus berupaya memperkuat karakter siswa melalui berbagai kegiatan pembinaan, khususnya selama bulan suci Ramadan. Beragam program keagamaan, sosial, hingga pengembangan bakat diselenggarakan untuk menanamkan nilai keimanan, kedisiplinan, dan kepedulian sosial kepada para siswa.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP IT Insan Sejahtera Sumedang, Azmi Abdul Latip, S.Pd., mengatakan bahwa selama Ramadan pihak sekolah menyiapkan sejumlah kegiatan yang dirancang untuk membiasakan siswa menjalankan ibadah sekaligus mengembangkan potensi diri.
Menurutnya, kegiatan dimulai dengan Program Ramadan Tracker atau tantangan harian yang diberikan kepada siswa sejak hari pertama Ramadan. Dalam program tersebut, siswa mendapat berbagai tugas positif setiap harinya.
Baca Juga:Perumda Tirta Medal Gelar Evaluasi Kinerja, Sekaligus Buka Puasa BersamaMentri ATR/BPN Gelar Rapim, Minta Jajaran Matangkan Data Jelang Penetapan LSD di 12 Provinsi
“Misalnya pada hari pertama siswa membuat celengan Ramadan agar terbiasa bersedekah dan berinfak. Hari berikutnya ada tantangan menghafal doa, meneladani akhlak Nabi, hingga kegiatan lain yang didokumentasikan dan dilaporkan kepada guru mentor,” ujar Azmi.
Selain itu, siswa juga dibekali buku Kegiatan Ramadan yang berisi catatan ibadah harian. Dalam buku tersebut, siswa mencatat berbagai aktivitas keagamaan seperti salat wajib, salat tarawih, ceramah yang didengar saat tarawih, hingga kegiatan tadarus Al-Qur’an yang kemudian diverifikasi oleh guru pembimbing.
Tak hanya kegiatan ibadah, SMP IT Insan Sejahtera juga menjalankan program Faith Mentorship, yaitu mentoring keagamaan yang membahas sejumlah materi penting seperti fikih ibadah, termasuk pemahaman tentang salat dan puasa.
“Materi yang dipelajari sebenarnya diulang setiap tahun. Tujuannya agar pemahaman siswa semakin kuat dan dapat meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT,” jelasnya.
Kegiatan siswa selama Ramadan juga diawali dengan muhadoroh atau kultum yang disampaikan oleh siswa. Dalam kegiatan ini, para siswa dilatih untuk tampil berbicara di depan umum, menjadi pembawa acara, serta menyampaikan pesan-pesan keagamaan.
Di sela kegiatan belajar mengajar, siswa juga mengikuti program pembelajaran Al-Qur’an seperti Tahsin, Qiroati, dan Tahfiz untuk meningkatkan kemampuan membaca serta menghafal Al-Qur’an.
Selain itu, sekolah juga melaksanakan program Project Based on Quran (PBQ). Dalam program ini, siswa membuat karya berupa film pendek bertema akhlak dan ibadah. Film tersebut diproduksi secara berkelompok dan ditampilkan sebagai media pembelajaran sekaligus sarana dakwah.
