Siswa SMP Negeri 1 Tanjungsari Putus Sekolah, Mahardika Dewayana: Tamparan Keras untuk Pendidikan Sumedang

Mahardika Dewayana
Konten kreator sekaligus Founder Komunitas Beasiswa Scholarshub, Mahardika Dewayana,
0 Komentar

KISAH Ikhsan, pelajar SMP yang terpaksa berhenti sekolah dan berjualan di Alun-alun Tanjungsari, terus bergulir. Kali ini, sorotan datang dari Mahardika Dewayana, konten kreator sekaligus Founder Komunitas Beasiswa Scholarshub.

Ia tidak sekadar ikut bersimpati. Mahardika justru melihat ada persoalan yang lebih besar di balik cerita tersebut.

”Dunia pendidikan Sumedang sedang ada masalah, mau setuju atau tidak setuju,” ujarnya seperti dikutip dalam unggahannya, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga:Ikhsan Berhenti Sekolah, Alarm Sunyi Pendidikan Sumedang Mulai BerbunyiIkhsan Tinggalkan Sekolah, Menjual Harapan di Alun-alun Tanjungsari Sumedang

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Ia menyoroti bagaimana seorang anak SMP bisa sampai harus keluar sekolah hanya untuk membantu orang tua mencari nafkah. Di sisi lain, ia juga menyinggung lulusan SMA yang dinilai masih kesulitan bersaing dengan daerah lain.

Menurutnya, fenomena Ikhsan bukan kasus tunggal. Ini bagian dari realitas yang selama ini mungkin luput dari perhatian.

Dalam beberapa waktu terakhir, Mahardika mengaku menerima banyak pesan langsung terkait video Ikhsan yang viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan seorang anak yang seharusnya berada di ruang kelas, justru berdiri menjajakan dagangan.

Ikhsan diketahui harus membantu ibunya berjualan ayam goreng setelah kedua orang tuanya berpisah. Sejak itu, ia mengambil peran lebih besar untuk menopang kebutuhan sehari-hari.

Mahardika juga mengaku telah menghubungi admin media sosial yang pertama kali mengunggah video tersebut. Dari hasil komunikasi itu, disebutkan bahwa persoalan Ikhsan sudah mulai ditindaklanjuti oleh pihak terkait, termasuk oleh M Fajar.

Namun ia menekankan satu hal penting: persoalan ini tidak boleh berhenti pada rasa iba semata.

Ia mengingatkan agar publik tidak terjebak pada narasi menyalahkan orang tua. Sebab, menurutnya, tidak ada manusia yang ingin hidup dalam kesulitan, apalagi sampai harus membuat anak berhenti sekolah.

Baca Juga:Ngaku TNI, Beli Telur 250 Kg: Ujungnya Raib Tanpa BayarJejak Sejarah Ramah Lansia di Sumedang, Menyusuri Masa Lalu Tanpa Lelah

“Jangan mensedih-sedihkan atau menyalahkan orang tua. Tidak ada yang ingin putus sekolah dan hidup susah,” pesannya.

Sementara itu, kondisi Ikhsan sendiri masih sama. Pelajar kelas VIII SMP Negeri 1 Tanjungsari itu kini tak lagi mengenakan seragam sekolah. Bangku kelas yang dulu menjadi rutinitasnya, perlahan ia tinggalkan.

Setiap sore, ia berjualan di sekitar Alun-alun Tanjungsari, tepat di depan pos pemadam kebakaran. Ia menawarkan dagangan sederhana kepada para pengunjung. Tangan kecil yang seharusnya memegang buku, kini sibuk melayani pembeli.

0 Komentar