SERAGAM itu meyakinkan.
Nada bicara tegas. Sikap percaya diri.
Mengaku anggota TNI.
Tapi semua itu palsu.
Seorang pria kini dipastikan hanya TNI gadungan setelah menipu pedagang telur di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.
Aksi terjadi siang hari, 14 April 2026.
Pelaku datang mengenakan atribut militer. Mengaku dari Kodam III/Siliwangi.
Ia memesan telur dalam jumlah besar –sekitar 250 kilogram.
Janji pembayarannya sederhana: setelah barang sampai.
Korban percaya.
Pesanan pun diantar.
Sesampainya di lokasi tujuan, situasi berbalik.
Telur yang sudah diantar justru dipindahkan kembali ke mobil pelaku.
Diduga menggunakan kendaraan Honda CR-V putih dengan pelat nomor palsu.
Korban mulai curiga.
Namun pelaku bergerak cepat.
Untuk mengulur waktu, pelaku melontarkan alasan baru.
Mengaku akan menggelar bazar sembako.
Korban bahkan diarahkan ke bank untuk menemui seseorang yang disebut sebagai istrinya.
Tujuannya: Bank BRI Unit Cimanggung.
Namun setelah dicek, nama yang disebut tidak ada.
Di titik itulah korban sadar –ia telah ditipu.
Total kerugian mencapai Rp7,29 juta.
Semua berasal dari telur 250 kilogram yang dibawa kabur.
Kasus ini pun mencuat setelah unggahan di platform X viral, disertai rekaman CCTV.
Baca Juga:Jejak Sejarah Ramah Lansia di Sumedang, Menyusuri Masa Lalu Tanpa LelahKenalan di MiChat, Berujung Petaka: Polisi Tangkap Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Sumedang
Komandan Kodim 0610/Sumedang, Kusuma Ardianto, memastikan pelaku bukan bagian dari TNI.
“Pelaku adalah TNI gadungan yang memperdaya korban dengan modus penipuan,” tegasnya.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada atribut semata.
Kasus ini jadi peringatan.
Seragam bisa ditiru.
Identitas bisa dipalsukan.
Tapi kewaspadaan tidak boleh lengah.
“Jika menemukan hal mencurigakan, segera laporkan ke Polsek atau Koramil terdekat,” imbau Dandim.(kos)
