Hadir Sebagai Pusat Kegiatan Agama, Yayasan BMS Ajak Masyarakat Tholabul Ilmi

Yayasan Bakti Mulya Sulthana resmi hadir di lingkungan Warung Jambu, Sawah Bera, Kelurahan Pasanggrahan, Kecam
Yayasan Bakti Mulya Sulthana resmi hadir di lingkungan Warung Jambu, Sawah Bera, Kelurahan Pasanggrahan, Kecamatan Sumedang Selatan.
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES — Yayasan Bakti Mulya Sulthana resmi hadir di lingkungan Warung Jambu, Sawah Bera, Kelurahan Pasanggrahan, Kecamatan Sumedang Selatan.

Yayasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi masyarakat sekitar.

Peresmian yayasan sekaligus dirangkaikan dengan doa dan pengajian dalam rangka mengenang 40 hari wafatnya Dr. Bambang Am’Am Setya Sulthana (alm).

Baca Juga:Kirab Alit dan Jamasan Pusaka Keraton Sumedang Larang, Tradisi yang Mengikat Sejarah dan KetakwaanPerkuat Inklusi Keuangan Bersama Danantara, BRImo Capai 49,7 Juta  Pengguna, Volume Transaksi Rp4.166 Triliun

“Kehadiran yayasan ini merupakan bentuk nyata keluarga almarhum, dalam mewakafkan aset untuk kepentingan agama dan kemaslahatan masyarakat,” kata Ketua Pengurus Harian Yayasan Bakti Mulya Sulthana, Ustadz Jajang Mahfuddin, Sabtu (15/8).

Kata Jajang, pembentukan yayasan merupakan amanah dari pimpinan yayasan, untuk menjalankan dua bidang utama, yakni keagamaan dan sosial.

“Alhamdulillah, kegiatan dapat dilaksanakan sebagaimana diperintahkan pimpinan yayasan. Di dalamnya ada kegiatan agama dan kegiatan sosial,” ujar Jajang.

Menurutnya, kegiatan keagamaan bahkan telah berjalan sekitar dua bulan melalui majelis taklim.

“Selain jamaah ibu-ibu, saat ini juga mulai diikuti oleh kalangan bapak-bapak,” ucapnya.

Jajang berharap, keberadaan Yayasan Bakti Mulya Sulthana mendapat ridho Allah SWT dan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami juga mendoakan almarhum, agar senantiasa berada dalam rahmat Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran. Anak-anaknya semoga menjadi anak-anak yang saleh dan salehah,” katanya.

Baca Juga:Nyuguh Ageung di Tengah Malam Saat Tradisi dan Rasa Syukur Bersatu PaduProses Pemotongan Pipa sedang Berlangsung, Yadi: Mudah- mudahan Sebentar Lagi Tuntas

Jajang menambahkan, aset yang digunakan untuk yayasan tersebut merupakan wakaf dari almarhum.

“Wakaf itu diniatkan untuk menunjang kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan di lingkungan Warung Jambu, Sawah Bera dan sekitarnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Sumedang Selatan Idi Suhandi mengapresiasi langkah keluarga almarhum, yang mewakafkan bangunan dan asetnya untuk kepentingan masyarakat.

Menurut Idi, wakaf bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan bentuk amal kebajikan yang manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat.

“Ini bukan hanya seremoni. Ini merupakan bentuk menumbuhkan amal kebajikan yang akan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Idi.

Ia menjelaskan, wakaf untuk pendidikan, kesehatan, keagamaan maupun kemaslahatan masyarakat akan menjadi amal ibadah bagi pewakaf selama aset tersebut digunakan untuk kebaikan.

“Beliau telah mewakafkan asetnya, dan tidak semua orang bisa melakukan itu. Sangat jarang dalam kondisi saat ini ada yang mewakafkan bangunan atau aset untuk masyarakat,” ujarnya.

0 Komentar