Video yang memperlihatkan aktivitasnya beredar luas di TikTok sejak Jumat, 17 April 2026. Dari sanalah perhatian publik mulai mengalir.
Teman-teman sekelasnya pun ikut bersuara.
“Teman kami putus sekolah padahal dia rajin. Sekarang berjualan untuk bantu keluarga. Kami berharap bisa dibantu agar dagangannya laris,” tulis salah satu unggahan.
Pihak sekolah membenarkan, Ikhsan dikenal sebagai siswa yang tekun dan memiliki semangat belajar tinggi. Upaya untuk mempertahankannya di bangku sekolah sudah dilakukan, namun kondisi ekonomi keluarga menjadi kendala utama.
Baca Juga:Ikhsan Berhenti Sekolah, Alarm Sunyi Pendidikan Sumedang Mulai BerbunyiIkhsan Tinggalkan Sekolah, Menjual Harapan di Alun-alun Tanjungsari Sumedang
Kisah ini pun kembali menegaskan satu hal: persoalan pendidikan tidak selalu berdiri sendiri. Ia berkaitan erat dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
Kini perhatian publik mulai mengarah. Harapan pun perlahan muncul.
Bagi Ikhsan, harapannya tetap sederhana –dagangannya laris, ibunya terbantu, dan suatu hari ia bisa kembali ke sekolah, melanjutkan mimpi yang sempat tertunda.(red)
