SUMEDANGEKSPRES – Perumda Air Minum Tirta Medal tengah berpacu dengan waktu menangani gangguan produksi dan distribusi air, yang terjadi secara bersamaan di sejumlah wilayah pelayanan, Selasa (21/7/2026).
Gangguan dipicu oleh persoalan pada sumber air, jaringan distribusi utama hingga sistem pompa.
Kepala Bidang Teknik Produksi dan Sumber Daya Air Perumda Tirta Medal, Yadi S.Sos mengatakan, seluruh tim teknis telah diterjunkan ke lapangan, guna mempercepat proses perbaikan, agar pelayanan kepada pelanggan dapat segera kembali normal.
Baca Juga:Paparkan Inovasi di Forum Internasional, Dony: Sumedang Telah Mengajukan Tiga Proyek Utama Smart CityPuncak Satu Dekade KAA di Sumedang Ditutup Tablig Akbar
“Petugas kami sudah berada di lokasi masing-masing untuk melakukan penanganan,” ujar Yadi kepada Sumeks.
Kata dia, mulai dari perbaikan pipa, penanganan gangguan pada sistem pompa hingga pengondisian sumber air, pihaknya tengah berupaya keras, agar distribusi dapat pulih secepat mungkin.
Yadi menjelaskan, gangguan pertama terjadi di wilayah pelayanan Cabang Tanjungsari dan Cabang Jatinangor.
“Penyebabnya adalah penghentian pasokan air dari Sumber Goa Walet, akibat kendala teknis yang berulang,” katanya.
Bahkan,sambung Yadi, penghentian pasokan tersebut tercatat telah terjadi sebanyak tujuh kali.
“Akibat kondisi ini, debit air mengalami penurunan drastis hingga aliran ke sejumlah pelanggan sempat terhenti sementara,” katanya.
Sementara itu, di wilayah Cabang Sumedang Utara, gangguan dipicu oleh kebocoran Jaringan Distribusi Utama (JDU) berdiameter 8 inci di jalur Jahur, tepatnya di Jalan Prabu Gajah Agung, kawasan RM Botram Yu.
Baca Juga:Mulya Suryadi Siap Emban Amanah PPP, Bidik Estafet Kepemimpinan Sumedang pada Pilkada 2029Susun Strategi Lima Tahun, DPC PPP Targetkan 9 Kursi DPRD dan Menang Lagi di Pilkada
“Perbaikan ini mengharuskan petugas melakukan penggalian, sehingga distribusi air dihentikan sementara selama proses pekerjaan berlangsung,” imbuhnya.
Di sisi lain, kata Yadi, wilayah pelayanan Cabang Wado juga mengalami kendala, akibat bermasalahnya sistem amper pompa intake serta gangguan pada pompa distribusi.
“Kondisi tersebut menyebabkan tekanan dan debit distribusi air ke pelanggan tidak dapat berjalan optimal,” ujar Yadi.
Akibat kondisi tersebut, Yadi mengimbau pelanggan untuk tetap tenang dan menampung air, ketika aliran mulai kembali mengalir secara bertahap.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan,” pintanya.
Lebih jauh Yadi menyebutkan, seluruh personel terus bekerja agar pelayanan segera normal kembali.
“Jika membutuhkan bantuan, pelanggan dapat menghubungi customer service maupun kantor cabang terdekat, termasuk untuk koordinasi distribusi air menggunakan armada tangki,” kata Yadi.
