SUMEDANGEKSPRES – Pemerintah Kabupaten Sumedang mendorong inovasi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.
Salah satunya melalui penggunaan alat pemusnah sampah Neis Type N30 Turbocimlone, yang kini beroperasi di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sumedang.
Alat yang diinisiasi Bupati Sumedang melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Sumedang dengan PT Neis tersebut, mampu mengolah sampah tanpa menggunakan bahan bakar minyak (BBM), sehingga dinilai lebih hemat dan ramah lingkungan.
Baca Juga:Tiga Gangguan Sekaligus, Distribusi Air Terganggu di Tanjungsari, Jatinangor, Sumedang Utara dan WadoPaparkan Inovasi di Forum Internasional, Dony: Sumedang Telah Mengajukan Tiga Proyek Utama Smart City
Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kabupaten Sumedang, Asep Darmawan mengatakan, sejak alat tersebut beroperasi sekitar delapan bulan lalu, sampah dari lingkungan Setda sudah tidak lagi dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA).
“Delapan bulan lalu kita masih rutin mengirim sampah ke tempat pembuangan sampah. Sejak Pemda Sumedang bekerja sama dengan PT Neis dan alat ini dibangun, sekarang sampah di Setda habis diolah di sini. Artinya, operasional pengangkutan sampah ke TPA sudah tidak ada lagi,” ujar Asep saat ditemui di lokasi alat pembakaran sampah Selasa (21/7).
Menurut Asep, teknologi yang digunakan Neis cukup unik, lantaran tidak membutuhkan solar maupun BBM lainnya.
Disebutkan, pada tahap awal, alat hanya memerlukan kayu bakar atau kertas sebagai pemantik api.
Setelah suhu mencapai sekitar 400 derajat Celsius, proses pembakaran selanjutnya memanfaatkan air sebagai media pendukung sehingga tidak lagi membutuhkan bahan bakar minyak.
“Jadi setelah panas, alat ini cukup menggunakan air. Tidak memakai solar atau bahan bakar minyak lainnya. Ini menjadi salah satu keunggulan teknologi yang dimiliki Neis,” jelas Asep.
Dalam satu kali operasi, sambung Asep, Neis Type N30 Turbocimlone mampu mengolah sekitar 30 hingga 50 kilogram sampah, dengan residu yang dihasilkan hanya sekitar 0,4 persen berupa abu.
Baca Juga:Puncak Satu Dekade KAA di Sumedang Ditutup Tablig AkbarMulya Suryadi Siap Emban Amanah PPP, Bidik Estafet Kepemimpinan Sumedang pada Pilkada 2029
“Volume residu yang sangat kecil tersebut, dinilai membuat teknologi ini lebih ramah lingkungan dan tidak menimbulkan dampak berarti terhadap lingkungan sekitar,” terangnya.
Melihat manfaatnya, kata Asep, Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir berencana mereplikasi penggunaan alat tersebut ke sejumlah lokasi lainnya, termasuk Sekolah Rakyat dan kantor-kantor kecamatan.
“Harapannya alat ini bisa diperbanyak karena harganya relatif terjangkau tetapi manfaatnya sangat besar untuk mengurangi persoalan sampah,” kata Asep.
