DI tengah berbagai cerita tentang tantangan pendidikan, kabar dari SMAN Jatinangor justru datang dengan nada berbeda: prestasi.
Bukan satu-dua. Tapi beruntun.
Sekolah ini seperti sedang “panen kemenangan”. Dari kejuaraan tingkat kabupaten hingga ajang internasional, nama SMAN Jatinangor terus disebut.
Kuncinya bukan kebetulan. Ada proses panjang di belakangnya –latihan disiplin, pembinaan terarah, dan dukungan yang tidak setengah-setengah dari sekolah maupun orang tua.
Baca Juga:Siswa SMP Negeri 1 Tanjungsari Putus Sekolah, Mahardika Dewayana: Tamparan Keras untuk Pendidikan SumedangIkhsan Berhenti Sekolah, Alarm Sunyi Pendidikan Sumedang Mulai Berbunyi
Sorotan utama datang dari cabang pencak silat. Dalam ajang Championship Road to Malaysia, para atlet muda tampil dominan. Mereka bukan sekadar ikut, tapi mendominasi.
Di kategori tanding remaja putri, deretan nama sukses berdiri di podium tertinggi: Lutfi, Nilau, Alenys, Heni, dan Jasshi. Sementara Silvi dan Shalun menambah kekuatan tim dengan raihan juara kedua.
Hasil itu bukan hanya soal medali. Ini penanda bahwa siswa SMAN Jatinangor mulai menembus batas –siap bersaing di level internasional.
Prestasi juga datang dari ring tinju. Muhammad Fajri sukses menjadi juara dalam ajang Bupati Cup Boxing Volume 1 kategori tinju amatir tingkat Kabupaten Sumedang. Sebuah capaian yang menegaskan bahwa kekuatan sekolah ini tidak hanya di satu cabang olahraga.
Humas SMAN Jatinangor, Asep Suhayat, menyebut keberhasilan ini sebagai buah dari konsistensi.
“Ini hasil dari latihan disiplin dan dukungan semua pihak. Kami sangat mengapresiasi kerja keras siswa yang telah mengharumkan nama sekolah,” ujarnya.
Lebih dari sekadar prestasi, sekolah ini sedang membangun karakter. Ekstrakurikuler tidak hanya diarahkan untuk menang, tetapi juga membentuk mental juara –disiplin, tangguh, dan siap bersaing.
Dan tren ini belum berhenti.
Baca Juga:Ikhsan Tinggalkan Sekolah, Menjual Harapan di Alun-alun Tanjungsari SumedangNgaku TNI, Beli Telur 250 Kg: Ujungnya Raib Tanpa Bayar
Dengan ritme yang terus terjaga, SMAN Jatinangor optimistis bisa melahirkan lebih banyak talenta –yang bukan hanya berjaya di Sumedang, tapi juga di tingkat nasional hingga internasional.
Di saat sebagian masih berbicara tentang keterbatasan, sekolah ini justru menjawab dengan prestasi.(kos)
