SUMEDANG EKSPRES – Gaza di tengah serangan yang menggempur tanpa henti mengakibatkan semua warga Gaza harus menerima takdir yang sangat perih, luka bahkan sakit.
Saat Ramadan datang, seharusnya mereka bisa beribadah dengan khusyuk dan tenang, namun selalu diserang secara tidak manusiawi.
Gaza sangat berduka atas semua yang terjadi, tetapi warga Gaza tetap ikhlas. Bahkan mereka yang meninggal diyakini syahid di jalan Allah.
Baca Juga:Penganugerahan Pemenang Kompetisi KRISTAL 2026, Apresiasi atas Gagasan Inovasi dalam Pelayanan PertanahanDukung Ketahanan Pangan, Pemerintah Akan Tetapkan Lahan Sawah yang Dilindungi di 12 Provinsi
Warga Gaza juga selalu berpegang pada prinsip bahwa Allah tidak akan menguji hamba-Nya di luar batas kemampuan mereka, dan Allah akan selalu melindungi Palestina dengan cara yang tidak terduga.
Namun di balik serangan yang mematikan itu, Gaza juga memiliki anak remaja yang cerdas dan multitalenta.
Seorang remaja Palestina bernama Hossam Al-Attar (15) berhasil menghadirkan secercah harapan bagi para pengungsi yang berada di wilayah Rafah, Gaza Selatan.
Di tengah keterbatasan listrik di kamp pengungsian, Hossam menciptakan perangkat pembangkit listrik sederhana yang mampu menyalakan lampu di tenda-tenda pengungsi.
Remaja tersebut memanfaatkan barang-barang bekas yang ia temukan di sekitar puing-puing rumah serta komponen kipas angin lama untuk merakit alat pembangkit listrik dengan kreativitas dan peralatan sederhana.
Hossam mencoba memanfaatkan energi angin sebagai sumber tenaga alternatif bagi para pengungsi yang hidup dalam kegelapan.
Awalnya, upaya tersebut belum langsung berhasil. Namun setelah melakukan beberapa kali percobaan dan perbaikan pada alat rakitannya, perangkat itu akhirnya mampu menghasilkan listrik dan menyalakan lampu-lampu di kamp pengungsian.
Baca Juga:Lantik Pejabat Pengawas dan Fungsional, Wamen Ossy: Ujung Tombak dalam Pelayanan Pertanahan SMP IT Insan Sejahtera Perkuat Karakter Siswa
Kehadiran lampu di tengah kondisi darurat tersebut membawa perubahan bagi para pengungsi. Dengan kreativitas yang dibuat oleh Hossam, ia mampu membantu di tengah kondisi sulit dengan alat sederhana yang dapat menerangi tempat tersebut.
Atas usahanya itu, Hossam pun dijuluki oleh warga Gaza Palestina sebagai “Newton Gaza”, karena telah membantu menghadirkan penerangan bagi para warga yang mengungsi.
Inisiatif sederhana dari seorang remaja ini menjadi simbol harapan bagi warga yang terdampak konflik. Hal itu juga menunjukkan bahwa kreativitas dapat menghadirkan solusi di tengah kondisi serba sulit.
