Jumlah wisatawan nusantara yang berkunjung ke Kabupaten Sumedang pada Februari 2026 mengalami penurunan. Dampaknya, tingkat hunian kamar hotel pun ikut terkoreksi dibanding bulan sebelumnya.
SUMEDANG EKSPRES – Kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) ke Kabupaten Sumedang pada Februari 2026 tercatat sebanyak 362.348 perjalanan. Angka ini turun 10,88 persen dibanding Januari 2026 yang mencapai 406.597 perjalanan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumedang, penurunan ini turut berdampak pada tingkat penghunian kamar (TPK) hotel.
Baca Juga:Diduga Tak Dapat Ambulans dari Puskesmas Jatinunggal, Pasien Kecelakaan Diangkut Motor ke RSUD SumedangASN Pemkab Sumedang WFH Setiap Jumat, Program Jumat Ngangkot Terancam Mati Suri
Secara gabungan, TPK hotel bintang dan nonbintang pada Februari 2026 berada di angka 24,23 persen, turun 4,76 poin dibanding Januari 2026 sebesar 28,99 persen.
Jika dirinci, TPK hotel bintang mengalami penurunan cukup signifikan dari 37,02 persen menjadi 30,67 persen, atau turun 6,35 poin. Sementara TPK hotel nonbintang tercatat 18,46 persen, turun 1,35 poin dari bulan sebelumnya sebesar 19,80 persen.
Meski secara bulanan mengalami penurunan, secara tahunan justru terjadi peningkatan. TPK gabungan hotel naik 4,71 poin dari 19,52 persen pada Februari 2025 menjadi 24,23 persen pada Februari 2026.
Penurunan kunjungan wisatawan pada Februari 2026 diduga dipengaruhi berakhirnya masa libur panjang di Januari serta perubahan pola mobilitas masyarakat menjelang Ramadan.
Selain itu, rata-rata lama menginap tamu di hotel, baik bintang maupun nonbintang, tercatat tetap di angka 1,00 malam. Hal ini menunjukkan durasi tinggal wisatawan di Sumedang masih relatif singkat.
Kabupaten Bandung tercatat menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisatawan ke Sumedang dengan 99.745 perjalanan, disusul Kota Bandung sebanyak 72.186 perjalanan dan Kabupaten Majalengka sebanyak 24.275 perjalanan.
Data tersebut merupakan hasil rilis resmi statistik daerah yang menggambarkan dinamika sektor pariwisata Sumedang dalam periode awal tahun 2026.(red)
