Berakhirnya Petualangan TNI Gadungan

Berakhirnya Petualangan TNI Gadungan
Petualangan Topan, seorang TNI gadungan, berakhir di jeruji besi Mapolres Sumedang, setelah berhasil menipu Andrianti, seorang pedagang telur di Kecamatan Pamulihan beberapa hari lalu. 
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Petualangan Topan, seorang TNI gadungan, berakhir di jeruji besi Mapolres Sumedang, setelah berhasil menipu Handri Yanti, seorang pedagang telur di Kecamatan Pamulihan beberapa hari lalu.

Bahkan, Topan yang juga memakai nama dada Abdulrahman pada seragam TNI yang dikenakannya itu, diketahui sudah berulangkali melakukan hal serupa di beberapa kabupaten di Jawa Barat.

“Pelaku menggunakan atribut lengkap TNI AD dan mengaku akan mengadakan kegiatan bazar, sehingga korban percaya dan menyerahkan barang tanpa pembayaran di muka,” ujar Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika di Mapolres Sumedang, Rabu (29/4).

Baca Juga:Rekrutmen SMK Satu Sumedang Bersama PT Komatsu Indonesia Terus Berjalan, Perkuat Kelas Industri PengelasanSimak Tips untuk Menjaga Tanah agar Tidak Diserobot Orang Lain

Di warung Handri Yanti, kata Kapolres, Topan melakukan aksinya pada hari Selasa (14/4/2026) lalu.

Lantaran aksinya itu, Handri Yanti disebut-sebut alami kerugian sebesar Rp7.250.000 setelah Topan memesan 270 kilogram telur.

“Pelaku meminta telur dikirim ke Kantor Kecamatan Pamulihan, dengan dalih untuk kegiatan bazar panti jompo,” terang Kapolres.

Setelah barang diterima, sambung kapolres, pelaku beralasan pembayaran akan dilakukan oleh istrinya melalui ATM.

Namun, hingga saat ini pembayaran tidak pernah dilakukan.

“Pelaku bahkan mengelabui korban dengan mengarahkan kurir menuju ATM, untuk bertemu seseorang yang disebut sebagai istrinya, namun itu hanya akal-akalan,” jelas Kapolres.

Setelah menerima laporan, jajaran Polsek Pamulihan bersama Satreskrim Polres Sumedang melakukan penyelidikan dan pengejaran selama enam hari, dibantu Polres Cimahi.

“Pelaku akhirnya berhasil diamankan. Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit mobil Honda HR-V putih, seragam dinas harian TNI lengkap dengan pangkat Kapten, atribut militer, lima ikat telur, serta beberapa barang lainnya yang digunakan dalam aksinya,” beber Kapolres.

Baca Juga:SMP Plus YPSA Sumedang Gelar Turnamen Futsal Antar SD dan MIMasih Banyak Diminati Harga Murah Jadi Daya Tarik Penikmat Rokok Ilegal

Hasil penyelidikan mengungkap, pelaku telah melakukan penipuan serupa di berbagai wilayah, antara lain Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat (Cisarua dan Cimahi), Majalengka, Purwakarta, Kabupaten Bandung, Soreang, hingga Garut.

“Modus yang digunakan selalu sama, yakni mengaku sebagai anggota TNI dan melakukan pemesanan barang dalam jumlah besar tanpa pembayaran,” tutur Sandityo. (red)

0 Komentar