Hari Kedua Pencarian Korban Longsor Sumedang, Tim SAR Berpacu dengan Risiko Tanah Labil

Hari Kedua Pencarian Korban Longsor Sumedang, Tim SAR Berpacu dengan Risiko Tanah Labil
Upaya pencarian korban longsor di Dusun Cirangon, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Sumedang Selatan, terus berlanjut memasuki hari kedua, Kamis (9/4/2026). Tim SAR gabungan masih berfokus menemukan satu korban yang hingga kini belum ditemukan setelah tertimbun material longsor.
0 Komentar

SUMEDANG EKPRES — Upaya pencarian korban longsor di Dusun Cirangon, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Sumedang Selatan, terus berlanjut memasuki hari kedua, Kamis (9/4/2026).

Tim SAR gabungan masih berfokus menemukan satu korban yang hingga kini belum ditemukan setelah tertimbun material longsor.

Korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Supendi (63). Dari total delapan warga terdampak dalam peristiwa tersebut, tujuh orang berhasil selamat, meski sebagian sempat menjalani perawatan medis.

Baca Juga:Longsor Terjang Sumedang Selatan, Satu Warga Dalam PencarianPemdes Mulyasari Prioritaskan BLT DD dan Rutilahu

Sejak pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, tim SAR gabungan telah melakukan asesmen di lokasi kejadian.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemetaan area pencarian serta pembagian tugas kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi.

Sekitar pukul 07.30 WIB, proses pencarian mulai dilakukan dengan menggabungkan metode manual dan teknik pencarian khusus. Tim menyisir area longsoran dengan hati-hati, mengingat kondisi tanah yang masih labil dan berpotensi memicu longsor susulan.

Di tengah operasi yang penuh risiko, aspek keselamatan menjadi perhatian utama.

Jalur evakuasi darurat telah disiapkan, petugas pengawas keselamatan (safety officer) ditempatkan di sejumlah titik, serta ambulans dan tim medis disiagakan di sekitar lokasi.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menegaskan bahwa pencarian dilakukan secara maksimal tanpa mengabaikan faktor keselamatan personel di lapangan.

“Pencarian terus kami lakukan secara optimal dengan metode manual dan teknis. Namun kondisi tanah yang masih labil membuat kami harus ekstra waspada terhadap potensi longsor susulan,” ujarnya.

Baca Juga:Pemdes Padasuka Fokus Pada Perbaikan Jalan DesaKementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Ia menambahkan, koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar proses pencarian berjalan lebih efektif.

Keterlibatan berbagai unsur, termasuk BPBD dan relawan, menjadi bagian penting dalam mempercepat upaya menemukan korban.

Peristiwa longsor sendiri terjadi pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 17.30 WIB, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Material tanah yang bergerak menimpa dua rumah warga, menyebabkan kepanikan dan kerusakan cukup parah.

Dari tujuh korban selamat, empat orang berhasil dievakuasi langsung di lokasi, sementara tiga lainnya sempat mendapatkan perawatan di RSUD Umar Wirahadikusumah.

Hingga kini, pencarian terhadap korban yang hilang masih terus dilakukan. Tim SAR gabungan berpacu dengan waktu sekaligus kondisi alam yang tidak menentu, dengan harapan korban segera ditemukan. (kos)

0 Komentar