Haflah Musyahadah BKPRMI Sumedang, Bupati: Awal Membangun Generasi Qur'ani Berakhlak Mulia

Haflah Musyahadah BKPRMI Sumedang, Bupati: Awal Membangun Generasi Qur\'ani Berakhlak Mulia
Haflah Musyahadah BKPRMI Sumedang, Bupati: Awal Membangun Generasi Qur\'ani Berakhlak Mulia
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir bersama Wakil Bupati M. Fajar Aldila menghadiri kegiatan Haflah Musyahadah dan Khotmil Qur’an Santri Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TKA-TPA) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Sumedang yang digelar di GOR Tadjimalela Sumedang, Selasa (16/6/2026).

Suasana penuh kebahagiaan dan rasa syukur mewarnai kegiatan tersebut. Ribuan santri bersama orang tua, ustaz dan ustazah turut hadir memeriahkan momen istimewa yang menjadi penanda keberhasilan para santri dalam menyelesaikan pembelajaran membaca Al-Qur’an dan pendidikan dasar keagamaan.

Hadir pula Sekretaris DPW BKPRMI Jawa Barat, Ketua dan jajaran pengurus BKPRMI Kabupaten Sumedang, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, tokoh agama, serta unsur pemerintah daerah.

Baca Juga:Cinta Batik Semarang Kembangkan Batik Ramah Lingkungan hingga  Menjangkau Pasar Internasional Berkat LinkUMKMGelar RUPST Tahun Buku 2025, Pertamina Trans Kontinental Bukukan Kenaikan Laba Bersih 23%

Dalam sambutannya, Bupati Dony Ahmad Munir menyampaikan bahwa Haflah Musyahadah merupakan hari yang bersejarah bagi para santri TKA-TPA.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam melahirkan generasi istimewa, yakni generasi Qur’ani yang menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Haflah Musyahadah atau wisuda ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Ada makna yang sangat besar yang bisa kita petik dari kegiatan ini,” ujarnya.

Dony menjelaskan, Haflah Musyahadah tidak boleh dimaknai sebagai akhir dari proses belajar Al-Qur’an. Sebaliknya, momentum tersebut harus menjadi awal dari semangat yang lebih besar untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan meningkatkan kualitas keimanan serta akhlak.

“Haflah Musyahadah bukan berarti para santri berhenti belajar Al-Qur’an atau berhenti mengaji. Justru ini harus menjadi awal semangat untuk belajar lebih giat lagi, memperbaiki diri, dan membentuk generasi Qur’ani yang berakhlakul karimah, cerdas, serta memberikan manfaat bagi sesama,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dony mengibaratkan Haflah Musyahadah sebagai sebuah “panen peradaban”. Ia menilai keberhasilan para santri hingga mencapai tahap wisuda merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan banyak pihak.

“Ini adalah panen dari kesabaran dan keikhlasan para ustaz dan ustazah yang telah membimbing anak-anak kita mengenal huruf demi huruf Al-Qur’an hingga akhirnya mereka dapat diwisuda pada hari ini,” katanya.

0 Komentar