Selain menjadi buah dari dedikasi para pendidik, menurut Dony, keberhasilan tersebut juga merupakan hasil perjuangan para orang tua yang dengan penuh pengorbanan senantiasa mengantarkan, mendampingi, dan memotivasi anak-anaknya untuk belajar mengaji.
“Ini juga merupakan panen bagi para orang tua yang telah memberikan waktu, tenaga, dan perhatian untuk mendukung pendidikan agama anak-anaknya. Begitu pula bagi para santri yang telah belajar dengan sungguh-sungguh hingga mampu membaca Al-Qur’an dengan baik,” ujarnya.
Atas capaian tersebut, Dony mengajak seluruh orang tua untuk senantiasa bersyukur dan terus mendampingi anak-anaknya dalam memperdalam ilmu agama.
Baca Juga:Cinta Batik Semarang Kembangkan Batik Ramah Lingkungan hingga Menjangkau Pasar Internasional Berkat LinkUMKMGelar RUPST Tahun Buku 2025, Pertamina Trans Kontinental Bukukan Kenaikan Laba Bersih 23%
“Jangan berhenti sampai di sini. Terus arahkan anak-anak kita untuk belajar Al-Qur’an, membiasakan diri mengamalkan ajarannya, sehingga mereka dapat meraih kesuksesan dunia dan akhirat,” pesannya.
Kepada para santri, Dony juga berpesan agar Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an harus tercermin dalam perilaku dan sikap yang baik terhadap sesama.
“Hidup kita harus senafas dan sejalan dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Ketika kita berbicara dengan sopan, taat kepada orang tua, menghormati guru, tidak berkata kasar, tidak membuli dan tidak menghina teman, maka itu merupakan bagian dari pengamalan ajaran Al-Qur’an,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua BKPRMI Kabupaten Sumedang Ayi Subhan Hafas menjelaskan bahwa Haflah Musyahadah merupakan bentuk apresiasi atas proses pembelajaran para santri yang telah mengikuti tahapan evaluasi atau munaqasyah di masing-masing lembaga pendidikan Al-Qur’an.
“Pada pelaksanaan ujian munaqasyah tahun ini terdapat 2.320 peserta. Adapun yang mengikuti perayaan Haflah Musyahadah hari ini sebanyak 680 santriwan dan santriwati yang berasal dari 89 TKA-TPA di 22 kecamatan se-Kabupaten Sumedang,” jelasnya.
Ayi berharap kegiatan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para santri untuk terus meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an. Ia menegaskan bahwa BKPRMI akan terus berkomitmen dalam mencetak generasi Qur’ani yang berkualitas sebagai bekal menghadapi masa depan.
“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk lebih serius dalam belajar Al-Qur’an, sesuai dengan moto BKPRMI, yaitu menyiapkan generasi Qur’ani untuk menyongsong masa depan yang gemilang,” pungkasnya. (red)
