SUMEDANGEKSPRES – Angkutan kota (angkot) yang ngetem di sembarang tempat, masih menjadi persoalan di sejumlah ruas jalan perkotaan Sumedang.
Selain menyebabkan penyempitan badan jalan, kondisi tersebut juga kerap memicu kemacetan, terutama pada pagi dan siang hari.
Pantauan di sekitar Taman Endog, sejumlah angkot terlihat berhenti berderet di bahu jalan untuk menunggu penumpang. Bahkan, beberapa kendaraan memakan sebagian badan jalan sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Baca Juga:Pemdes Rancamulya Hotmix Jalan Desa untuk Tingkatkan Akses dan Perekonomian WargaHantavirus Dinkes Sumedang Ajak Masyarakat Jaga Kesehatan Lingkungan
Seorang pengguna jalan yang sering melintas di Kawasan tersebut, Ardi (23), mengaku kondisi tersebut hampir setiap hari terjadi dan sering mengganggu kelancaran perjalanan masyarakat. Menurutnya, angkot yang ngetem terlalu lama membuat ruang gerak kendaraan lain menjadi terbatas.
“Kalau jam-jam sibuk sering terjadi antrean kendaraan karena angkot berhenti terlalu lama di pinggir jalan. Jalan jadi sempit dan kendaraan lain harus mengurangi kecepatan,” ujar Ardi, Senin (8/6).
Menurutnya, keberadaan angkot sebagai transportasi umum memang penting. Namun, para pengemudi seharusnya tidak berhenti terlalu lama di lokasi yang bukan tempat pemberhentian resmi.
“Jika sekadar menurunkan atau menaikkan penumpang mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi kalau sampai ngetem lama, apalagi berjejer, tentu mengganggu pengguna jalan lain,” kata pria asal Rancamulya tersebut.
Masyarakat berharap instansi terkait dapat meningkatkan pengawasan dan penertiban terhadap angkot yang berhenti di luar lokasi yang telah ditentukan. Dengan adanya penertiban, badan jalan dapat kembali berfungsi optimal dan tidak mengganggu mobilitas masyarakat.
Selain penegakan aturan, kesadaran para pengemudi angkot juga dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan ketertiban lalu lintas. Dengan mematuhi aturan berhenti dan menaikkan penumpang, kemacetan akibat angkot ngetem diharapkan dapat diminimalisir. (azr)
