SUMEDANG EKSPRES – Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap hantavirus meskipun hingga saat ini belum ada laporan kasus penyakit tersebut di wilayah Kabupaten Sumedang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Surdi Sudiana, menjelaskan bahwa hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan oleh tikus, namun bukan melalui gigitan.
“Hantavirus adalah penyakit menular yang ditularkan oleh tikus. Penularannya bukan melalui gigitan, melainkan melalui kotoran atau urine tikus yang telah terinfeksi virus. Virus tersebut dapat masuk ke tubuh manusia dan menyebabkan penyakit,” ujarnya
Baca Juga:Rafika Adnur : Dari Sarjana Pertanian Menjadi Ketua HIPMI SumedangOh MBG, Oh Ironi
Menurutnya, penyakit ini sebenarnya telah lama dikenal di Indonesia. Namun, belakangan kembali menjadi perhatian publik setelah muncul pemberitaan terkait kasus hantavirus yang terjadi di sebuah kapal pesiar di luar negeri.
Surdi menegaskan bahwa hantavirus termasuk penyakit yang berbahaya karena memiliki tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) yang cukup tinggi. Meski demikian, tingkat penularannya tergolong rendah.
“Dalam epidemiologi, ada dua hal yang diperhatikan, yaitu tingkat kematian dan tingkat penularan.
Hantavirus memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi, tetapi penularannya rendah. Berbeda dengan penyakit seperti ISPA atau flu yang mudah menular namun tingkat kematiannya rendah,” jelasnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan warga Sumedang yang terinfeksi hantavirus.
Namun demikian, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan sesuai arahan dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.
“Sampai sekarang belum ada laporan kasus hantavirus di Sumedang.
Namun, kami tetap siaga dan waspada karena pemerintah pusat maupun provinsi telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap penyakit ini,” katanya.
Baca Juga:Penutupan Latsarmil Komcad Gelombang I 2026, Wamen Ossy Sebut Latsarmil Perkuat Karakter dan Integritas ASNTruk Tangki BBM Terbakar di Ruas Tol Cisumdawu Tidak Ada Korban Jiwa
Terkait asal-usul hantavirus, Surdi mengaku belum mengetahui secara pasti sejarah awal kemunculan virus tersebut.
Namun, ia memastikan bahwa hantavirus berbeda dengan COVID-19, meskipun keduanya sama-sama disebabkan oleh virus.
“COVID-19 memiliki tingkat penularan yang tinggi dan menyebar melalui udara atau airborne.
Sementara hantavirus penularannya melalui paparan kotoran atau urine tikus yang terinfeksi. Jadi mekanisme penularannya berbeda,” ungkapnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi tikus di sekitar tempat tinggal, serta menghindari kontak langsung dengan kotoran atau urine tikus guna mencegah risiko penularan hantavirus dan waspada untuk selalu mengutamakan kebersihan (kki)
