Adapun prinsip Karasa diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor. Dinas Kesehatan menggandeng Dinas Pendidikan, pemerintah kecamatan, hingga aparat desa untuk melakukan pengawasan dan skrining dini di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Menurut Surdi, keberhasilan pencegahan tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga pada kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Karena itu, Dinas Kesehatan mengimbau warga untuk membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah beraktivitas di luar rumah. Orang tua juga diminta rutin membersihkan mainan anak dan berbagai benda yang sering disentuh.
Baca Juga:Bawang Putih Mulai Merangkak Naik di Sejumlah Pasar Sumedang, Beras Premium Sempat Melonjak 104 PersenPertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Sejumlah SPBU di Sumedang Kehabisan Stok
Selain itu, apabila anak mengalami demam, rewel, atau mulai muncul ruam di kulit, orang tua dianjurkan segera mengistirahatkan anak di rumah dan tidak membawanya ke sekolah maupun tempat berkumpul lainnya.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memutus rantai penularan sejak awal.
Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan terdekat apabila demam berlangsung lebih dari tiga hari, atau anak tampak lemas serta mengalami kesulitan makan dan minum.
“Yang terpenting adalah tidak panik, tetapi tetap waspada. Dengan deteksi dini dan perilaku hidup bersih, risiko penyebaran dapat dicegah,” tandas Surdi.(win)
