Desa Cijeler Jadi Percontohan Penanganan Kemiskinan dan Pengangguran

Desa Cijeler Jadi Percontohan Penanganan Kemiskinan dan Pengangguran
Desa Cijeler Jadi Percontohan Penanganan Kemiskinan dan Pengangguran
0 Komentar

“Kami mendapat dukungan penuh dari Pemprov Jabar, Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat, serta para kepala perangkat daerah provinsi. Bahkan hari ini merupakan tahap kedua bantuan pengembangan peternakan berupa 500 ekor ayam Sentul yang diberikan kepada masyarakat Desa Cijeler. Sebelumnya juga telah disalurkan 500 bibit ayam Sentul,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Tuti menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk menyinergikan berbagai program lintas sektor guna mendukung keberhasilan piloting tersebut.

Sejumlah perangkat daerah akan dilibatkan, mulai dari bidang ketenagakerjaan, peternakan, pertanian, perencanaan pembangunan daerah, hingga pemberdayaan masyarakat desa.

Baca Juga:Fundamental Kuat, BRI Sambut Positif Dukungan Berbagai Pihak terhadap  Pasar ModalKetua Umum Perbanas: Fundamental Perbankan Tetap Solid, Siap Dukung  Pertumbuhan Ekonomi Nasional

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Sumedang akan mengintegrasikan berbagai program yang dimiliki, baik dari Balai Latihan Kerja (BLK), sektor peternakan, pertanian, Bapperida, maupun Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar program ini berjalan dengan baik sehingga indikator makro pembangunan, khususnya angka kemiskinan dan pengangguran, dapat ditekan secara signifikan melalui pola intervensi yang tepat sasaran,” tuturnya.

Untuk mendukung efektivitas program tersebut, Tuti mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi terhadap seluruh desa, kelurahan, kecamatan, serta perangkat daerah terkait optimalisasi sistem digital yang selama ini telah dibangun di Kabupaten Sumedang.

“Saya telah melakukan evaluasi kepada seluruh kepala desa dan lurah, para camat, serta kepala perangkat daerah untuk mengoptimalkan pemanfaatan digitalisasi yang selama ini telah kita bangun. Digitalisasi merupakan modal dasar yang sangat penting, namun yang lebih utama adalah komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam memberdayakan masyarakat dan memastikan program berjalan secara nyata,” katanya.

Menurut Tuti, Kabupaten Sumedang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah terdepan dalam penerapan layanan publik berbasis digital di tingkat nasional.

Namun demikian, masih diperlukan upaya yang lebih besar untuk memperluas cakupan layanan dan meningkatkan literasi digital masyarakat.

“Sumedang telah menjadi salah satu daerah terdepan dalam pelayanan publik berbasis digital. Namun dengan jumlah penduduk sekitar 1,2 juta jiwa, masih terdapat pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama.

Baca Juga:Bupati Dony Raih Disway Top Regional Leader Award 2026Raih Disway Top Regional Leader Awards 2026, Dony: Ini Pengakuan Berbagi Capaian Pelayanan Publik

Para kepala desa, camat, dan perangkat daerah harus terus berjuang meningkatkan literasi digital masyarakat. Data yang akurat dan komprehensif menjadi kompas bagi kita untuk menentukan arah kebijakan sehingga program dan kegiatan yang dilaksanakan benar-benar tepat sasaran. Dengan data yang lengkap dan berkualitas, pelaksanaan program akan semakin efektif, efisien, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkasnya. (red)

0 Komentar