Selain itu, berkomitmen dalam program keberlanjutan, di antaranya melalui program Green Port, Green Building, serta tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) berupa penanaman tanaman pesisir mangrove, pemberdayaan masyarakat pesisir, hingga pengelolaan lingkungan operasional yang berkelanjutan.
“Hal ini menunjukkan komitmen kuat seluruh insan PTK dalam membangun budaya keselamatan kerja, keamanan operasi, dan perlindungan lingkungan yang berkelanjutan,” ujar Eko.
Menghadapi dinamika tahun 2026, Eko mengungkapkan, PTK akan terus meningkatkan daya saing usaha, memprioritaskan aspek keamanan, keselamatan dan operational excellence sebagai kebutuhan usaha, serta menerapkan inovasi teknologi low carbon energy perkapalan dan digitalisasi di berbagai proses bisnis.
Baca Juga:Pemkab Sumedang dan Kadin Jabar Dorong Investasi Kawasan IndustriAdam Pramaditya Catat Waktu Tercepat 10 Jam Jalan Kaki Sumedang-Garut
“PTK senantiasa menghadirkan layanan maritim yang profesional, unggul, dan berdaya saing guna mendukung keberlanjutan bisnis serta ketahanan energi nasional,” jelasnya.
Sebagai perusahaan logistik energi maritim, PTK saat ini mengelola ratusan armada kapal di berbagai wilayah operasional strategis di Indonesia. Dalam operasionalnya, PTK mencatat tingkat keandalan layanan di atas 99%, sebuah indikator penting dalam industri energi yang mencerminkan ketepatan waktu dan keselamatan.
Operasional terintegrasi PTK meliputi Support Vessel Provider, Marine Service, Port Opertions Services, dan Shorebase. (red)
