SUMEDANGEKSPRES – Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dilaporkan semakin panjang dalam beberapa hari terakhir.
Banyak masyarakat rela mengantre demi mendapatkan BBM subsidi jenis Pertalite yang dinilai lebih terjangkau dibandingkan BBM non-subsidi.
Fenomena tersebut terjadi setelah adanya kenaikan harga BBM non-subsidi, khususnya Pertamax.
Baca Juga:Trotoar Beralih Fungsi, Hak Pejalan Kaki di Sumedang Kian TergerusDua Bocah Kakak Beradik Jadi Korban Teror Air Keras
Kondisi ini membuat sebagian masyarakat, terutama pengendara roda dua, pengemudi ojek online, dan pekerja harian, beralih menggunakan Pertalite untuk menekan biaya operasional sehari-hari.
Di sejumlah SPBU sumedang antrean kendaraan terlihat mengular sejak pagi hingga siang hari.
Bahkan, tidak sedikit pengendara yang rela menunggu di bawah terik matahari agar dapat mengisi bahan bakar dengan harga yang lebih murah.
Jalur pengisian Pertalite tampak jauh lebih ramai dibandingkan jalur BBM non-subsidi.
Sejumlah warga mengaku terpaksa meluangkan waktu lebih lama untuk mengantre karena selisih harga antara Pertalite dan Pertamax cukup signifikan.
Bagi mereka, penggunaan Pertalite menjadi salah satu cara untuk menjaga pengeluaran rumah tangga dan biaya transportasi tetap terkendali.
“Zaki sebagai warga sumedang demi bensin yang harganya terjangkau rela mengantre untuk mendapatkan bensin pertalite, karena mahal pertamax,” kata zaki
Baca Juga:Ancaman Konten Digital, Ineu: Proteksi Anak Harus Dimulai Sejak DiniDesa Cipanas Menyambut Tahun Baru Islam dengan Pawai Obor
Meski demikian, masyarakat berharap pasokan Pertalite tetap tersedia dan distribusinya berjalan lancar agar tidak terjadi kelangkaan akibat meningkatnya permintaan.
” Berharap Bbm kembali seperti semula harganya terutama stok pertalite aman tidak sesulit seperti sekarang,” ujarnya
Warga juga meminta pemerintah dan pihak terkait terus melakukan pengawasan agar BBM subsidi dapat dinikmati oleh masyarakat yang berhak.
Hingga saat ini, antrean di sejumlah SPBU masih terpantau padat, terutama pada jam-jam sibuk ketika masyarakat berangkat dan pulang bekerja(kki)
