KOTA – Sebanyak tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sumedang menghentikan sementara operasionalnya. Meski demikian, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan dengan mengalihkan layanan kepada dapur terdekat.
Wakil Sekretaris Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sumedang, Saeful Amin, mengatakan dari total 150 SPPG yang beroperasi di Sumedang, tujuh unit saat ini berstatus suspend.
Menurutnya, lima SPPG berhenti beroperasi karena konflik internal, sementara dua lainnya belum memenuhi standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca Juga:Korban Penipuan Kerja di Kamboja Asal Cimanggung Dipulangkan, Disnakertrans Sumedang Imbau Warga WaspadaDinkes Sumedang Tegaskan Penanganan TB Terus Diperkuat, Kasus HIV di Tanjungsari Jadi Perhatian
“Dari 150 SPPG yang aktif, tujuh suspend. Lima karena konflik internal, dua karena belum sesuai standar BGN,” kata Saeful Amin kepada Sumeks, Rabu (17/6).
Selain itu, terdapat tiga SPPG yang sempat mengalami gangguan operasional akibat keterlambatan top up anggaran. Namun kondisi tersebut hanya berlangsung sementara dan kini tidak lagi berdampak signifikan terhadap layanan distribusi makanan.
Untuk menjaga keberlangsungan program MBG, Satgas bersama Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG melakukan pemetaan ulang layanan. Seluruh penerima manfaat yang sebelumnya dilayani oleh SPPG yang suspend dialihkan ke dapur MBG terdekat.
“Anak-anak sekolah dan penerima manfaat lainnya tetap harus menerima layanan. Karena itu dijangkau oleh SPPG yang paling dekat,” ujarnya.
Saeful menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sumedang berperan melakukan pengawasan pelaksanaan MBG melalui sistem pelaporan digital. Setiap SPPG dan sekolah penerima diwajibkan mengunggah dokumentasi menu makanan yang disajikan setiap hari.
Dokumentasi tersebut digunakan sebagai bahan verifikasi untuk memastikan kesesuaian antara makanan yang dikirim dan yang diterima oleh siswa di sekolah.
Selain pengawasan digital, pemerintah juga membuka kanal pengaduan bagi masyarakat yang menemukan dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan program MBG.
Baca Juga:Motor Suzuki Access 125 jadi Rekomendasi Skutik Harian, Desain Klasik dan Irit BBMPersib Juara Tiga Kali Beruntun, Anggota Dewan Rayakan Bersama Bobotoh di Cimanggung
Setiap laporan yang masuk akan diverifikasi terlebih dahulu sebelum ditindaklanjuti. Jika terbukti terjadi pelanggaran, Satgas dapat memberikan teguran hingga merekomendasikan penghentian sementara operasional SPPG yang bersangkutan.
Di sisi lain, Pemkab Sumedang terus mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal untuk mendukung kebutuhan program MBG. Komoditas seperti beras, sayuran, telur, hingga daging ayam mulai dipasok dari petani dan peternak lokal, meskipun saat ini belum seluruh kebutuhan dapat dipenuhi dari produksi daerah.
