SUMEDANG EKSPRES – Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang menegaskan penemuan kasus Tuberkulosis (TB) di sejumlah Puskesmas merupakan bagian dari keberhasilan deteksi dini yang dilakukan petugas kesehatan di lapangan. Upaya penanganan pun terus diperkuat agar penyebaran penyakit menular dapat ditekan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Surdi Sudiana, mengatakan meningkatnya temuan kasus TB tidak perlu disikapi dengan kepanikan masyarakat.
Menurutnya, hal itu menunjukkan sistem surveilans dan penelusuran kasus berjalan aktif. “Penemuan kasus justru menjadi langkah penting agar pasien bisa segera mendapatkan pengobatan dan penularan dapat dicegah lebih cepat,” ujar Surdi.
Baca Juga:Motor Suzuki Access 125 jadi Rekomendasi Skutik Harian, Desain Klasik dan Irit BBMPersib Juara Tiga Kali Beruntun, Anggota Dewan Rayakan Bersama Bobotoh di Cimanggung
Ia menjelaskan, selama ini pemerintah menerapkan strategi Active Case Finding atau penemuan kasus secara aktif. Langkah tersebut dilakukan karena masih banyak kasus TB di masyarakat yang belum terdeteksi.
Dinas Kesehatan, kata Surdi, langsung melakukan penanganan terhadap pasien yang ditemukan positif TB. Mulai dari pemberian Obat Anti Tuberkulosis (OAT) secara gratis melalui program TOSS TB, hingga pelacakan kontak erat pasien di lingkungan keluarga maupun tempat aktivitas lainnya.
Selain itu, petugas kesehatan juga mengoptimalkan peran Pengawas Menelan Obat (PMO) agar pasien disiplin menjalani pengobatan hingga tuntas. Sebab, pengobatan TB membutuhkan waktu cukup panjang dan tidak boleh terputus.
“Kami juga terus meningkatkan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, pentingnya sirkulasi udara di rumah, serta etika batuk yang benar,” katanya.
Surdi menambahkan, saat ini penyakit menular yang dominan ditemukan di sejumlah Puskesmas di Kabupaten Sumedang adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Sementara itu, Kepala Puskesmas Sawahdadap, Titim, mengungkapkan di salah satu desa wilayah kerjanya tercatat puluhan kasus penyakit menular TB yang saat ini terus dipantau dan ditangani petugas kesehatan.
Di sisi lain, Kepala Puskesmas DTP Tanjungsari, drg. Iting Mursyidah Hanum, MH.Kes, menyampaikan terdapat puluhan warga dengan HIV yang terdata di wilayah kerja Puskesmas Tanjungsari. Mayoritas berada pada usia produktif.
Baca Juga:Dahlan Iskan Puji Reformasi Birokrasi Sumedang: Laporan Pemerintahan Bisa Dipantau Setiap HariUniversitas BTH Cetak Sejarah, Buka Prodi Rekayasa Kosmetika Swasta Pertama di Indonesia
Menurut Iting, pihaknya terus melakukan pendekatan persuasif melalui layanan konsultasi, pemeriksaan, hingga pengobatan secara rutin kepada pasien HIV agar kondisi kesehatannya tetap terpantau.
