Listrik Padam, Aliran Air Terganggu, Perumda Tirta Medal:  Genset Bukan Solusi Instan

Listrik Padam, Aliran Air Terganggu, Perumda Tirta Medal:  Genset Bukan Solusi Instan
Listrik Padam, Aliran Air Terganggu, Perumda Tirta Medal:  Genset Bukan Solusi Instan
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Pemadaman listrik yang terjadi akibat kegiatan pemeliharaan jaringan oleh PT PLN belakangan ini, berdampak pada terganggunya distribusi air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Sumedang.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari masyarakat, mengenai penyebab aliran air ikut terhenti saat listrik padam dan alasan Perumda Air Minum Tirta Medal, tidak memasang genset di seluruh sumber air.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Medal Kabupaten Sumedang, Hj Imas Permasih membeberkan, sistem penyediaan air bersih di Sumedang sangat bergantung pada pasokan listrik, untuk mengoperasikan pompa-pompa berkapasitas besar.

Baca Juga:IzinTambang Diperpanjang, Wabup Fajar: Harus Tanggungjawab Penuh dengan LingkunganBupati Sumedang Dorong Mahasiswa Manfaatkan Peluang Beasiswa LPDP

“Karakteristik wilayah Sumedang yang didominasi daerah perbukitan, membuat distribusi air tidak bisa sepenuhnya mengandalkan gravitasi,” kata Imas kepada Sumeks, Jumat (19/6).

Menurut Imas, sebagian besar sumber air harus dipompa dengan menggunakan tenaga listrik, agar dapat sampai ke pelanggan.

“Ketika pasokan listrik PLN terhenti, pompa yang berfungsi sebagai penggerak utama distribusi air otomatis ikut berhenti beroperasi. Akibatnya, suplai air ke pelanggan pun terganggu,” ujarnya.

Imas menuturkan, banyak masyarakat beranggapan bahwa penggunaan genset dapat menjadi solusi cepat, saat terjadi pemadaman listrik.

Namun, dalam praktiknya,sambung Imas, penggunaan genset pada sistem penyediaan air bersih memiliki berbagai tantangan teknis dan finansial.

“Pompa yang kami gunakan membutuhkan daya listrik yang sangat besar dan stabil. Pengoperasian menggunakan genset tidak sesederhana genset rumah tangga karena ada risiko lonjakan daya yang dapat merusak pompa maupun sistem kelistrikan,” ujarnya.

Selain faktor teknis, biaya pengadaan dan operasional genset juga menjadi pertimbangan penting.

Baca Juga:Perkuat Pengawasan Kinerja ASN, Kemenag RI Belajar Tata Kelola Pemerintahan Digital ke SumedangArahan kepada Petugas Pendataan Sensus Ekonomi, Bupati Dony: Pembangunan Sangat Ditentukan oleh Kualitas Data

Untuk mendukung operasional seluruh sumber air dan unit pelayanan, diperlukan genset berkapasitas besar dengan konsumsi bahan bakar yang tinggi.

“Jika seluruh sumber air dipasangi genset, biaya investasi dan operasionalnya sangat besar. Pada akhirnya akan membebani perusahaan dan berpotensi berdampak terhadap biaya pelayanan air minum,” jelasnya.

Kendala lainnya, kata Imas, lokasi sejumlah sumber air yang berada di daerah terpencil, lembah, maupun kawasan yang sulit dijangkau kendaraan pengangkut bahan bakar.

“Tidak semua sumber air berada di lokasi yang mudah diakses. Distribusi bahan bakar untuk genset di beberapa titik akan menjadi tantangan tersendiri,” tambah Imas.

0 Komentar