RS Unpad Bantah Pasien Tak Ditangani Dokter

ILUSTRASI: Gedung Depan Rumah Sakit Universitas Padjadjaran.(Erwin/Sumeks)
ILUSTRASI: Gedung Depan Rumah Sakit Universitas Padjadjaran.(Erwin/Sumeks)
0 Komentar

RS Unpad juga menjelaskan penempatan pasien di ruang rawat inap dilakukan berdasarkan ketersediaan tempat tidur. Saat itu, kamar Kelas I, VIP, dan VVIP disebut sedang penuh sehingga pasien ditempatkan sementara di ruang yang tersedia agar proses observasi dan terapi tidak tertunda.

Terkait kemungkinan rujukan ke rumah sakit lain, manajemen menyebut hal tersebut merupakan bagian dari alternatif pelayanan yang disampaikan kepada pasien dan keluarga, bukan karena rumah sakit menolak pasien atau tidak memiliki tenaga medis.

Dalam keterangannya, RS Unpad juga menyebut dokter penanggung jawab masih merekomendasikan Sonia untuk melanjutkan perawatan rawat inap. Namun setelah mendapatkan penjelasan mengenai kondisi medis dan pilihan penatalaksanaan yang tersedia, keluarga memutuskan membawa pasien pulang atas permintaan sendiri (APS).

Baca Juga:KPID Jabar Edukasi Orang Tua Awasi Gawai AnakSiapkan Generasi Berkarakter, Dispusipda Jabar Bekali Pelajar Literasi Keuangan dan Budaya

Keputusan tersebut, menurut rumah sakit, telah didokumentasikan sesuai prosedur yang berlaku. Sebagai tindak lanjut, dokter juga memberikan resep dan rencana pengobatan lanjutan kepada pasien.

Herry mengatakan peristiwa tersebut akan menjadi bahan evaluasi, terutama terkait komunikasi antara tenaga kesehatan dengan pasien dan keluarga, khususnya pada pelayanan di luar jam kerja reguler maupun hari libur.

“Kami memahami bahwa mutu pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh tindakan medis, tetapi juga oleh kualitas komunikasi yang memberikan rasa aman dan kejelasan bagi pasien serta keluarganya,” kata Herry.(win)

0 Komentar