KOTA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, mencintai budaya daerah, dan mampu mengelola keuangan secara bijak.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Literasi Keuangan bagi Pelajar SMA/SMK se-Jawa Barat yang dirangkaikan dengan Pentas Seni dan Pengukuhan Peserta Literasi Seni Budaya di Aula Graha Pustaloka.
Sebanyak 93 pelajar SMA/SMK dari berbagai daerah di Jawa Barat dikukuhkan sebagai peserta binaan literasi seni budaya setelah mengikuti pelatihan selama satu bulan. Mereka juga menampilkan hasil pembelajaran melalui berbagai pertunjukan seni, seperti Tari Merak, Tari Topeng, dan Tari Blantek.
Baca Juga:Tujuh SPPG di Sumedang Suspend, Distribusi Makan Bergizi Gratis Tetap BerjalanKorban Penipuan Kerja di Kamboja Asal Cimanggung Dipulangkan, Disnakertrans Sumedang Imbau Warga Waspada
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji, mengatakan perpustakaan saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat membaca buku, melainkan menjadi ruang belajar, berkarya, berkolaborasi, dan mengembangkan potensi generasi muda.
“Literasi tidak hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami kehidupan. Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan generasi yang mengenal budayanya, memiliki karakter yang kuat, serta mampu mengambil keputusan yang bijak untuk masa depannya,” ujarnya.
Selain mendapatkan penguatan literasi budaya, para pelajar juga memperoleh pembekalan literasi keuangan dari berbagai narasumber yang berasal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akademisi, praktisi bisnis, perbankan, hingga tokoh muda inspiratif.
Materi yang diberikan mencakup pengelolaan keuangan sejak dini, pemanfaatan teknologi digital secara bijak, kewaspadaan terhadap pinjaman online ilegal, perjudian daring, investasi ilegal, hingga strategi membangun personal branding dan kemandirian finansial.
Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Jawa Barat, Nanin Hayani Adam, yang mewakili Gubernur Jawa Barat saat membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa masa depan generasi muda tidak cukup dibangun hanya dengan kecerdasan.
“Masa depan tidak cukup dibangun oleh kecerdasan saja, tetapi juga karakter, disiplin, dan kemampuan mengelola kehidupan dengan baik,” katanya.
Ia juga mengajak para orang tua dan guru untuk lebih aktif mendampingi anak-anak dalam menghadapi tantangan zaman.
