Kafe Hanjuang dan Balai Atikan Tradisi, Tawarkan Kuliner serta Aktivitas Budaya Rancakalong

Berbagai kegiatan pembelajaran diselenggarakan, di antaranya pelatihan tari tradisional dan pelatihan memainka
Berbagai kegiatan pembelajaran diselenggarakan, di antaranya pelatihan tari tradisional dan pelatihan memainkan gamelan. 
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Kuliner Berbasis Budaya hadir di Rancakalong, tepatnya di Dusun Cikondang, Desa Pamekaran, Kecamatan Rancakalong. Terdapat Kafe baru bernama Hanjuang yang menyajikan menu makanan khas Sunda dan Kopi produksi Rancakalong.

Suasana kafe juga menyajikan hamparan persawahan didukung dengan alunan musik tradisional Tarawangsa khas Rancakalong.

Disebrang Kafe terdapat Balai Atikan Tradisi (Batara) yakni sebuah tempat kegiatan edukasi dan pelestarian budaya Sunda.

Baca Juga:Chris John Hadir, Prabu Combat Series 2026 Guncang GOR TadjimalelaFajar Aldila Nahkodai Perbasi Sumedang

Berbagai kegiatan pembelajaran diselenggarakan di tempat tersebut, di antaranya pelatihan tari tradisional dan pelatihan memainkan gamelan.

Kehadiran kedua tempat tersebut menjadi penggerak tumbuhnya ekonomi kreatif, pelestarian budaya, serta ruang pemberdayaan generasi muda di Kabupaten Sumedang.

“Saya menyambut baik hadirnya Cafe Hanjuang dan Batara yang mengkolaborasikan pariwisata, ekonomi kreatif, seni budaya, UMKM, dalam satu ekosistem,” ujar Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila saat meresmikan Cafe Hanjuang dan Batara, Minggu (21/6/2026).

Keberadaan Batara berperan sebagai wadah pembelajaran dan pewarisan budaya Sunda kepada generasi muda.

“Kehadiran BATARA menjadi sangat penting sebagai ruang belajar, ruang pewarisan, dan ruang kreativitas agar nilai-nilai budaya Sunda tetap hidup dan berkembang,” kata Wabup Fajar.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sumedang akan terus mendukung berbagai inisiatif positif yang lahir dari masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai upaya membangun daerah berbasis potensi lokal.

“Pemkab Sumedang akan terus mendukung berbagai inisiatif positif yang digagas oleh masyarakat, khususnya generasi muda. Mari jadikan Rancakalong sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi kreatif dan budaya Kasumedangan,” katanya.

Baca Juga:GMNI Menjadi Mitra Strategis Pemerintah, Dony: Harus Jadi Bagian dari Solusi Pembangunan Utang Piutang Hingga Dugaan Asmara, Bocah Tak Berdosa Jadi Sasaran, Polisi: Disiram Pakai Air Aki

Peresmian tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program pembangunan daerah dalam mendorong tumbuhnya Gerakan Wirausaha Muda (Garuda), pengembangan ekonomi kreatif, pelestarian budaya, dan pemanfaatan potensi lokal yang dimiliki masyarakat.

Keberadaan Cafe Hanjuang dan BATARA diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata baru, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi bagi generasi muda untuk mengembangkan kebudayaan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal yang berkelanjutan. (red)

0 Komentar